Inilah Daftar Sekolah yang Menerapkan Makan Bergizi Gratis di Kotim untuk Tahap Awal

makan bergizi gratis
Ilustrasi makan bergizi gratis

SAMPIT, radarsampit.com – Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hanya akan menyasar 3.042 pelajar pada tahap awal. Ribuan peserta didik itu tersebar di 19 sekolah dari berbagai jenjang di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

”Penerima program awal makan bergizi gratis ini kami khususkan agar berkeadilan, sehingga dari setiap jenjang ada keterwakilan, baik itu TK, SD, SMP, SMA/SMK, serta Madrasah hingga pondok pesantren dan SLB,” kata Irpansyah, Camat MB Ketapang, Jumat (17/1).

Bacaan Lainnya

Dia menuturkan, pemilihan sekolah telah dikoordinasikan bersama pemerintah kabupaten, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama Kotim, serta badan gizi nasional dan vendor dapur umum.

Adapun sekolah yang menjadi sasaran, yakni TK Pertiwi 1 Sampit dengan 15 peserta didik, TK Negeri Pembina Sampit 65 peserta didik, TK Muslimat NU 59 peserta didik, SD Negeri 1 Mentawa Baru Hulu 155 peserta didik.

Kemudian, SD Negeri 4 Mentawa Baru Hulu 342 peserta didik, SD Negeri 12 Mentawa Baru Hulu 79 peserta didik, SMP Muhammadiyah Sampit 28 peserta didik, dan SMK Negeri 4 Sampit 558 peserta didik.

Selanjutnya, KB Nurul Iman 42 peserta didik, SD Negeri 2 Mentawa Baru Hilir 393 peserta didik, SD Muhammadiyah Sampit 254 peserta didik, Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 3 Sampit 53 peserta didik, MIS Nurul Ummah dengan 144 peserta didik, MTS Nurul Ummah 65 peserta didik, MA Nurul Ummah 25 peserta didik.

RA Islamiyah sebanyak 65 peserta didik, SD Negeri 1 Sawahan 234 peserta didik, SD Negeri 3 Sawahan 120 peserta didik, dan Pondok Pesantren Nurul Jannah dengan 166 peserta didik.

”Total sasaran peserta didik dari 19 sekolah ini sebanyak 3.042 orang. Kemampuan satu dapur umum hanya bisa menyajikan sebanyak 3.000 hingga 3.500 porsi per hari, dan sudah digabung dari total jumlah peserta didik dan ibu hamil serta menyusui,” kata Irpan.

Baca Juga :  Wilayah Kumai Mulai Dilanda Kekeringan

Menurutnya, 19 sekolah itu sudah sesuai ketentuan, yaitu berjarak tidak lebih 6 km dari lokasi dapur umum yang berada di Jalan Jeruk 1 Sampit. Rata-rata jaraknya 500-2.800 meter dengan jarak tempuh 1-7 menit dari lokasi dapur umum.

Perwakilan Badan Gizi Nasional Maulina mengatakan, makan bergizi gratis harus dikirim dalam keadaan segar hingga sampai ke sekolah sasaran dan disajikan kepada penerima. Lokasi pengantaran tidak boleh berjarak terlalu jauh dari dapur umum, atau memakan waktu lebih dari 30 menit.

”Hal ini berdasarkan perhitungan massa gizi yang terkandung di dalam makanan bergizi gratis tersebut. Karena ada beberapa makanan yang jika disajikan lebih dari 30 menit akan mengurangi gizi yang terkandung di dalamnya,” jelas Maulina.

Vendor dapur umum Heru mengatakan, pihaknya siap dan sanggup jika harus menyajikan lebih dari 3.500 porsi per hari. Namun, berdasarkan ketentuan Badan Gizi Nasional, satu dapur umum hanya boleh menyajikan hingga 3.500 porsi per hari dengan pertimbangan keefektifan waktu penyajian.

”Untuk itu kami memiliki keterbatasan penyajian, karena sudah diatur oleh Badan Gizi Nasional,”jelasnya.

Pj Sekda Kotim Sanggul Lumban Gaol mengatakan, jika vendor lain masuk untuk mengelola dapur umum di Kotim dalam program makan bergizi gratis, agar dibangun tidak berdekatan dengan dapur umum sebelumnya.

”Meski tidak ada ketentuan dari Badan Gizi Nasional terkait lokasi dapur umum, namun kami harap vendor lain nantinya membangun dapur umum di luar radius 6 km dari dapur umum yang sudah terbangun. Sehingga jangkauannya bisa lebih luas dan tidak terfokus di satu titik saja,” ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, jumlah sekolah di Kotim sangat banyak dengan jumlah peserta didik yang lebih besar dibandingkan kabupaten lainnya di Kalimantan Tengah.

Pos terkait