Jalan Rusak Tinjauan Bupati Kotim Mulai Digarap

jalan rusak
PERBAIKAN: Operator mengendalikan alat berat untuk meratakan material timbunan agregat di Jalan Putir Busu, Rabu (29/11/2023). (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Rencana perbaikan di empat titik jalan wilayah Kota Sampit mulai dikerjakan. Ruas tersebut, di antaranya Jalan SPG, Bengkirai II, Putir Busu, dan Nyai Balau yang sebelumnya sempat ditinjau Bupati Kotim Halikinnor Jumat (24/11/2023) lalu.

Pantauan Radar Sampit selama dua hari, sejumlah pekerja dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Kotim mulai mengerjakan penimbunan agregat di Jalan SPG dan Bangkirai II pada Selasa (28/11/2023).

Bacaan Lainnya

Pekerjaan dilanjutkan Rabu (29/11) di Jalan Putir Busu dan Nyai Balau. Penimbunan dibantu menggunakan dua alat berat berupa road grader untuk meratakan permukaan tanah dan alat berat wales stoom untuk memadatkan material agregat yang sudah diratakan. Alat berat tersebut dikemudikan dua operator, satu pengawas lapangan, dan dua tenaga pembantu.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRPRKP Kotim Mentana Dhinar Tistama mengatakan, perbaikan di Jalan SPG berupa pengaspalan sepanjang 150 meter, Bangkirai II pengaspalan sepanjang 133 meter, Jalan Putir Busu dan Nyai Balau masing-masing sepanjang 270 meter.

”Sesuai rencana, setelah Pak Bupati melakukan pengecekan Jalan SPG dan Bangkirai Jumat lalu, kami sudah merencanakan memulai pekerjaan minggu ini menggunakan dana pemeliharaan. Selama dua hari ini, pekerjaan dimulai dengan penimbunan agregat yang sudah selesai dikerjakan di empat titik,” kata Mentana.

Pengawas Teknis Jalan dan Jembatan Dinas PUPRPRKP Kotim Suhardiyono menambahkan, penimbunan agregat di Jalan SPG menghabiskan 17 rit, Jalan Bangkirai II 18 rit, Jalan Putir Busu 24 rit, dan Jalan Nyai Balau 6 rit. Setiap 1 rit berisi 5 meter kubik yang diangkut menggunakan tiga truk.

Baca Juga :  Halikinnor Serap Aspirasi Wartawan Sambil Ngopi Bareng  

”Empat titik jalan sudah selesai ditimbun agregat dan sudah diratakan menggunakan alat berat. Besok akan dilanjutkan pemadatan jalan menggunakan alat berat setum. Proses pemadatan ini diperlukan selama 20 hari, setelah itu dilanjutkan proses pengaspalan,” katanya. (hgn/ign)

Pos terkait