Kasus Covid-19 Melonjak Lagi, Kemenkes Klaim Faskes Siap Tangani

Rata-Rata Gejala Ringan

ILUSTRASI-COVID
Ilustrasi. (net)

RadarSampit.com – Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia memang belakangan ini kembali naik buntut kemunculan dua varian baru, BA.4 dan BA.5. Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa fasilitas kesehatan siap melayani.

Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril menuturkan, seluruh dinas kesehatan dan rumah sakit mewaspadai tren kenaikan kasus. ”Dari hulu hingga hilir, sistemnya terbentuk,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
Gowes

Tracing hingga perawatan sudah siap. Syahril menjelaskan bahwa seluruh pasien sudah selesai menjalani isolasi mandiri. ”Rata-rata gejala ringan,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro menegaskan bahwa vaksin booster menjadi hal utama. ”Dengan tingginya imunitas atau kekebalan dalam tubuh kita dan masyarakat, diharapkan tidak terjadi lonjakan kasus,” tuturnya.

Selain itu, Reisa menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan. Menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker efektif menekan penularan.

Raisa menjelaskan, berdasar data Kemenkes per 15 Juni 2022, situasi Indonesia masih dapat dikategorikan dalam level 1 dan dinilai terkendali. Menurut standar WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), transmisi komunitas untuk level 1 kurang dari 20 kasus per 100 ribu penduduk per minggu. Lalu, untuk rawat inap kurang dari lima kasus per 100 ribu penduduk per minggu dan untuk kematian kurang dari satu per 100 ribu penduduk per minggu. ”Transmisi kasus komunitas di Indonesia masih rendah, yakni di 1,58 per 100 ribu penduduk per minggu. Jumlah kasus positif di Indonesia hingga 15 Juni berada pada angka 2,15 persen,” jelasnya.

Baca Juga :  Melintir Setelah Libas Tikungan, Granmax Seruduk Warkop dan Tewaskan Satu Pengunjung

Sementara itu, menurut peneliti Global Health Security Dicky Budiman, gelombang kasus Covid-19 yang akan datang memiliki tren yang berbeda. Yakni, lebih cepat menyebar, tetapi tidak akan separah sebelumnya. Terutama bagi negara yang sudah memiliki modal imunitas seperti Indonesia.

Namun, melihat kecepatan menular dan kemampuan reinfeksi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, menurut Dicky, gelombang yang dipicu keduanya bisa melebihi banyaknya kasus ketika gelombang Delta.



Pos terkait