Desa Sei Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali dilanda banjir, Kamis (28/11). Ini merupakan banjir ketiga yang melanda desa tersebut dalam tahun 2024.
YUNI PRATIWI, Sampit | radarsampit.com
Catatan banjir yang melanda Desa Sei Ubar, jadi bukti wilayah itu merupakan langganan bencana. Februari silam, banjir besar melanda Sei Ubar yang berlangsung selama lima hari. Beberapa bulan setelahnya, banjir kembali Mei lalu.
”Tahun ini sudah tiga kali banjir melanda desa kami. Banjir Februari lalu sangat parah, sedangkan Mei banjirnya tidak terlalu parah. Sekarang ini banjir lagi, dan semoga tidak berlangsung lama,” ujar Kades Sei Ubar Mandiri, Andreka Setiadi.
Andreka menuturkan, banjir kali ini disebabkan tersumbatnya aliran Sungai Ubar Mandiri. ”Sungai kami tersumbat, sehingga air tidak mengalir lancar dan meluap ke pemukiman warga,” jelasnya.
Andreka berharap pemerintah daerah dan provinsi dapat memberikan bantuan berupa ekskavator amfibi untuk membersihkan dan menormalisasi sungai.
”Dengan bantuan ekskavator, kami berharap sungai dapat dibersihkan dan aliran air dapat lancar sehingga banjir tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Sementara itu, sekolah di desa tersebut aman dari banjir karena berada di atas bukit, namun anak-anak sekolah tidak bisa belajar karena banjir.
Ratusan Warga Terdampak
Banjir di Desa Sei Ubar Mandiri tercatat telah merendam kediaman 120 keluarga (KK) dari total 320 KK yang menghuni desa tersebut. Sebanyak 24 KK dari RT 4 dan RT 5 terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan rumah ibadah.
”Air mulai naik sekitar pukul 02.00 WIB. Hingga kini, debit air masih terus naik,” ujar Andreka.
Fasilitas umum yang terendam banjir meliputi Kantor Desa Sei Ubar Mandiri dan Puskesmas Pembantu (Pustu). Banjir disebabkan kiriman air dari hulu Sungai Ubar yang bermuara ke Sungai Cempaga.
”Ketinggian air di kantor desa saat ini mencapai 30-50 sentimeter, bahkan di beberapa RT ada yang mencapai 1 meter dari permukaan tanah. Kondisi terparah terjadi di RT 2, di mana jalan tenggelam dengan ketinggian satu meter,” katanya, sembari berharap banjir segera surut dan warga dapat kembali beraktivitas dengan normal.
Sementara itu, setelah menerima laporan banjir di Desa Sei Ubar Mandiri, Wakil Bupati Kotim Irawati didampingi Staf Ahli Bupati Kotim, Rusmiati dan Wim RK Benung, Kalaksa BPBD Kotim Multazam, Camat Kecamatan Cempaga Hulu, dan Kades Desa Sei Ubar Mandiri meninjau lokasi banjir di desa tersebut.
”Sesuai laporan tadi pagi, debit air di Desa Sei Ubar Mandiri terus meningkat. Warga ada yang mengungsi karena air sudah merendam 120 rumah. Kami mengimbau warga agar mengungsi ke tempat yang lebih tinggi jika debit air terus meningkat. Selain di sekolah, warga bisa mengungsi di rumah warga yang lebih aman,” kata Irawati.
Berdasarkan laporan dari Kades, di RT 1 dan 2 jalan sudah tidak bisa dilintasi kendaraan karena ketinggian air sudah mencapai 1 meter. Selain meninjau lokasi banjir dan menyapa warga, Irawati juga menyalurkan bantuan yang disampaikan Bupati Kotim kepada warga yang terdampak banjir.
”Bantuan yang kami berikan berupa beras 35 sak. Selain itu, ada juga bantuan beras 5 kg sebanyak 10 sak dan beras 10 kg sebanyak 20 sak dari perusahaan. Bantuan dari perusahaan akan diusulkan lagi sebanyak 85 sak,” kata Irawati. (***/ign)








