Ketika Investor Malaysia Tertarik Urusi Sampah di Sampit

Pengelolaan Akan Lebih Modern, Beri Manfaat Jangka Panjang untuk Daerah

investor pengelola sampah
PENGELOLAAN SAMPAH: Wakil Bupati Kotim Irawati bersama investor dari Kuala Lumpur saat meninjau pengelolaan sampah di TPA Jalan Sudirman km 14 Sampit, Kamis (10/4).IST/RADAR SAMPIT

Sebagai bagian dari upaya serius Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam mengatasi permasalahan sampah, Wakil Bupati Kotim, Irawati, menghadiri rapat pembahasan solusi penyelesaian isu sampah yang kian mendesak. Rapat ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk investor.

YUNI PRATIWI, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Penanganan masalah secara terintegrasi menjadi penekanan penting Irawati dalam rapat yang membahas permasalahan sampah di Kotim.

”Permasalahan sampah merupakan isu strategis yang perlu penanganan serius dan terpadu, karena berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta citra daerah,” ujar Irawati.

Beberapa langkah yang dibahas dalam rapat, antara lain peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, penguatan sistem pengangkutan, serta optimalisasi peran bank sampah.

Selain itu, Irawati juga menyoroti pentingnya edukasi serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dia juga menegaskan, penyelesaian permasalahan sampah tidak hanya bisa mengandalkan pemerintah saja, namun memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.

”Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, saya yakin kita mampu mewujudkan Kotawaringin Timur yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan,” tambahnya.

Usai rapat, Irawati bersama dengan Chief Executive Officer (CEO) Nusa Suriamas Group, Abu Sarin Baha, meninjau langsung tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Jalan Jenderal Sudirman km 14 Sampit.

Kehadiran Abu Sarin Baha, investor asal Kuala Lumpur, Malaysia, menambah optimisme terhadap potensi pengelolaan sampah yang lebih modern di Kotim.

Irawati berharap, investasi di bidang pengelolaan sampah dapat meningkatkan kualitas sistem pengelolaan sampah di Kotim.

”Kami berharap kerja sama ini nantinya dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Kotim,” harap Irawati.

Sebagai informasi, Nusa Suriamas Group, investor asal Kuala Lumpur, telah menunjukkan kesiapannya untuk berinvestasi di Kotim dengan membangun pabrik pengelolaan limbah medis.

Pabrik yang diperkirakan akan rampung dalam waktu satu tahun ini dijadwalkan dimulai pada 2025 ini.

Proyek ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara CEO Nusa Suriamas Group, Abu Sarin Baha, dan Pemerintah Kabupaten Kotim, yang dilakukan pada awal Maret lalu bersama Bupati Kotim Halikinnor.

Saat itu, Bupati Kotim Halikinnor menyatakan, proyek pabrik pengelolaan limbah medis ini sempat terkendala oleh persoalan lokasi. Sebelumnya, rencana pembangunan pabrik sempat gagal karena lokasi yang disiapkan berada di kawasan TPA yang tidak memenuhi syarat sebagai kawasan industri.

Namun, dengan hadirnya investor baru ini, rencana pembangunan pabrik pengelolaan limbah medis kembali bergulir. Bahkan, ke depan, Nusa Suriamas Group berencana untuk mengelola limbah rumah tangga setelah pabrik limbah medis ini selesai dibangun.

”Lahan yang tersedia lebih dari empat hektare, padahal kebutuhan awal hanya sekitar 4.000 meter persegi. Ini tentu masih luas untuk pengembangan,” kata Halikinnor pada saat itu.

CEO Nusa Suriamas Group, Abu Sarin Baha, menjelaskan, pihaknya akan membawa teknologi pengelolaan limbah medis berkualitas tinggi dari Korea Selatan. Mesin tersebut dirancang khusus untuk menangani limbah medis berisiko tinggi dengan kapasitas awal 7,2 ton per hari.

”Dengan adanya pabrik ini, pengelolaan limbah medis yang selama ini harus dikirim ke luar daerah akan dapat ditangani langsung di Kotim. Kami berkomitmen penuh untuk investasi ini dan berharap dapat memberikan manfaat besar bagi Kotim,” ujar Abu Sarin.

Pos terkait