Koper Bagasi Calon Jemaah Haji Sudah Disetor, Ada Batas Maksimal Beratnya

koper jemaah haji
PENYERAHAN KOPER : CJH Kotim menyerahkan koper bagasi kepada Kemenag Kotim untuk diberikan penanda dan dibungkus kain pelindung koper di Aula Kemenag Jalan Kapten Mulyono, Sabtu (11/5/2024). (HENY/RADARSAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Selama dua hari, calon jemaah haji asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menyerahkan koper bagasi ke Kementarian Agama Kotim.

“Koper sudah kami bagikan sejak 30 April dan hari ini mulai diserahkan ke kami untuk dilakukan penandaan dan pembungkusan koper,” kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kotim Tiariyanto, Sabtu (11/5/2024).

Bacaan Lainnya

Calon jemaah haji diberikan waktu selama dua hari pada 11-12 Mei 2024 untuk menyerahkan koper bagasi mulai pagi hingga sore.

“Hari ini yang mengantar baru beberapa saja, besok yang kemungkinan yang banyak. Karena hari terakhir penyerahan koper sampai besok Minggu,” katanya.

Calon jemaah haji juga tak perlu khawatir koper tertukar. Setiap koper sudah ada penanda tali pita terikat dengan warna yang berbeda setiap embarkasi. Hal itu dilakukan untuk memudahkan ketika pemulangan jemaah haji dengan mengelompokkan koper sesuai warnanya.

“Calon jemaah haji Kotim yang berangkat tahun ini ada 161 orang yang dibagi menjadi lima rombongan. Setiap rombongan terdiri dari 39 orang. Per rombongan ini juga dikasih penanda pita yang berbeda untuk memudahkan, tetapi sarung penutup koper semua sama di seluruh Indonesia berwarna merah putih,” katanya.

Tiariyanto mengatakan, otoritas penerbangan telah menetapkan batas maksimal berat koper bagasi 32 kilogram dan koper kabin 7 kilogram.

“Kami ingatkan kepada calon jemaah haji agar tidak membawa barang terlalu banyak dari tanah air, yang terpenting segala keperluannya cukup. Karena nanti sepulang haji pasti diisi oleh-oleh dan barang belanjaan. Saat kepulangan koper bagasi jemaah akan ditimbang, maksimal berat koper hanya 32 kg, tidak boleh dari itu. Jemaah juga dilarang membawa air zam-zam ke dalam koper, karena nantinya setiap jemaah pasti dijatah mendapat air zam-zam sesuai ketentuan,” ujarnya.

Koper CJH yang sudah diberikan penanda dan sudah dibungkus kain merah putih dijadwalkan diantar menggunakan dua truk menuju embarkasi Banjarmasin pada tanggal 16 Mei 2024.

“Pelepasan jemaah tanggal 17 Mei 2024 jam 13.30 di Islamic Center dan akan diberangkatkan dari Bandara Haji Asan Sampit menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pada Sabtu 18 Mei 2024,” katanya.

Sebanyak 161 calon jemaah haji asal Kotim dijadwalkan masuk keberangkatan gelombang pertama Kloter 6 embarkasi Banjarmasin yang tergabung dengan jemaah asal Kabupaten Katingan dan Kapuas.

Jemaah akan diberangkatkan menuju embarkasi Banjarmasin menggunakan pesawat NAM Air yang terbagi menjadi dua kali keberangkatan.

Keberangkatan pertama dijadwalkan pukul 05.20 WIB dan jemaah sudah harus tiba di bandara pukul 03.30 WIB. Sedangkan keberangkatan penerbangan kedua dijadwalkan pukul 07.50 WIB dan jemaah dijadwalkan harus sudah tiba di bandara pukul 06.00 WIB.

“Jamaah diminta saat ke bandara sudah dalam keadaan berwudhu dan salat subuhnya di bandara,” katanya.

Jemaah calon haji Kotim akan menginap satu malam di asrama haji dan dijadwalkan berangkat dari Bandara Syamsudin Noor menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz pada pukul 08.20 WITA Minggu,19 Mei 2024 mengunakan pesawat garuda dengan nomor penerbangan GIA 8106.

“Tahun ini ada 161 jemaah calon haji yang siap berangkat ibadah haji dan saya sendiri sebagai petugas haji kloter menjadi Ketua Kloter 6 yang ikut bersama jemaah,” katanya.

Tahun ini, pemerintah daerah juga memberikan pelayanan maksimal dengan memberangkatkan dua petugas haji yang dibiayai Pemkab Kotim sebagai pembimbing ibadah yaitu Aceng Abudin dan petugas kesehatan dr Norliyana.

Pos terkait