NANGA BULIK- Koperasi yang sehat adalah koperasi yang mampu menyejahterakan anggotanya. Bukan hanya memperkaya pengurus atau golongan tertentu saja. Hal inilah yang ingin diwujudkan oleh Koperasi Jasa Batu Batanggui Sejahtera yang didirikan tahun 2017 lalu.
Kini koperasi yang beranggotakan 503 orang tersebut mulai menunjukkan kemajuannya. Terbukti dalam Rapat Anggota Tahun (RAT) tahun 2021 yang digelar pada 27 Maret 2022 lalu, dilaporkan bahwa jumlah uang yang dikelola koperasi tersebut pada akhir tahun 2021 telah mencapai lebih dari Rp 5 miliar. Padahal pada awal tahun 2021 baru sekitar Rp 1,8 miliar.
Kenaikan signifikan ini disebabkan karena mulai membaiknya harga komoditas sawit dan potongan biaya operasional kebun yang sudah berkurang dan telah lunasnya utang koperasi yang telah berjalan dari tahun 2017. Sehingga seluruh anggota bisa merasakan manfaat penghasilan yang cukup besar.

Diketahui bahwa koperasi ini merupakan salah satu koperasi yang mendapat kepercayaan pengelolaan kebun seluas 532 hektare yang diserahkan oleh PT Nirmala Agro Lestari (Grup Astra Agro Lestari) pada tahun 2017 lalu.
Saat awal-awal berdiri, tiap anggota hanya mendapat SHP (Sisa Hasil Plasma) berkisar sekitar Rp 300 ribu saja per orang. Namun di tahun 2021, awal bulan Agustus sampai tahun 2022 per orang bisa mendapat lebih dari Rp 2 juta tiap bulannya dan ini tergantung hasil kebun plasma tiap bulannya.
“Semua hal yang sudah dicapai saat ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya adalah wujud dari kerjasama dan adanya kepercayaan yang baik dari semua pihak. Maka bagaimanapun juga koperasi ini kedepannya harus tumbuh berkembang sehingga dapat dirasakan manfaat nya untuk anggota dan masyarakat kabupaten Lamandau,” ungkap Ketua Koperasi Jasa Batu Batanggui Sejahtera, H Rere.
Rere menegaskan, dengan telah digelarnya RAT Tahun Buku 2021 tersebut membuktikan bahwa tudingan sebagian oknum warga yang selama ini menganggap Koperasi Jasa Batu Batanggui Sejahtera sebagai koperasi abal-abal adalah salah. Sebab koperasi ini sudah terbukti berkontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi anggotanya. Koperasi juga turut menciptakan lapangan pekerjaan dan pemerataan kesejahteraan bagi anggotanya.
“Bahkan kita sekarang juga meningkatkan nilai anggaran untuk pinjaman anggota yang sebelumnya Rp. 5.000.000 per anggota menjadi Rp.10.000.000 per anggota sebagaimana hasil RAT Tahun Buku 2021 dan disetujui semua anggota. Layanan pinjaman bagi anggota ini juga terbukti sangat membantu anggota yang sedang butuh uang seperti menyekolahkan anak, biaya pengobatan, melahirkan atau kebutuhan mendesak lainnya,” tambah Rere.
Mahmud, Sekretaris Koperasi Jasa Batu Batanggui menambahkan bahwa pihaknya juga telah melaksanakan Rencana Pembangunan Kantor Koperasi dan telah dimulai tahun 2021 ini dengan pekerjaan pembuatan siring tanah dan penimbunan halaman.
Rencana pembangunan ini akan dilanjutkan di tahun 2022 sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja 2022. Ke depan untuk usaha Simpan Pinjam tidak menutup kemungkinan juga akan dibuka untuk peminjam selain anggota koperasi. “Ini untuk membantu masyarakat yang selama ini meminjam kepada rentenir dengan bunga pinjaman yang sangat mencekik pada masyarakat,” katanya.
Koperasi Jasa Batu Batanggui Sejahtera juga bermitra dengan koperasi lain di enam desa di antaranya Koperasi Pama Sejahtera Abadi (Desa Nanga Pamalontian), Koperasi Mitra Bahaum Bersama (Desa Bunut), Koperasi Perigi Jaya Makmur (Desa Perigi), Koperasi Mentawa Raya Lestari (Desa Sungai Mentawa), Koperasi Mitra Sejahtera (Desa Beruta). (mex/sla)








