Kotim Kucurkan Miliaran Rupiah untuk Atasi Krisis Air Bersih

atasi krisis air bersih
PASANG JARINGAN: Pemkab Kotim mengganggarkan dana APBD untuk pemasangan daya listrik untuk penguatan booster pump di Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

SAMPIT, radarsampit.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) berupaya mengatasi permasalahan krisis air bersih pada musim kemarau di wilayah selatan. Anggaran miliaran digelontorkan agar masyarakat tak lagi menjerit kesulitan air saat musim kering tiba.

Selama dua tahun terakhir, Pemkab Kotim bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mentaya Sampit menambah kapasitas Instalasi Pengelolaan Air Minum (IPA) sebesar 2×25 liter per detik di Pulau Lepeh. Proyek itu dikerjakan Juli 2022 menggunakan anggaran APBD Kotim sebesar Rp10 miliar.

Bacaan Lainnya

”Tahun ini dilanjutkan lagi pekerjaan optimalisasi IPA di Sei Lepeh, Kecamatan Mentaya Hilir Utara beserta fasilitas pendukungnya berkapasitas 50 liter per detik. Anggarannya melalui APBD Kotim sebesar Rp760 juta, yang dikerjakan CV Energy Excellent Group mulai 24 Juli-21 September 2023,’’ kata Kaspulzen Heriyanto, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Kotim, Selasa (14/11/2023).

Selain itu, Pemkab Kotim juga menganggarkan dana sebesar Rp3.940.000.000 untuk perluasan jaringan distribusi air dan 300 sambungan rumah (SR) mulai dari Sei Ijum ke arah Parebok sepanjang 1.980 meter. Perluasan jaringan pipa dikerjakan 18 Agustus – 29 November 2023 oleh CV Putra Mandiri Sampit sebagai pelaksana dan CV Civil Desin sebagai konsultan pengawas.

”Rencana ke depan, perluasan jaringan itu sampai 5 km. Tahun ini dikerjakan 1.980 meter dulu, termasuk pemasangan jaringan pipa untuk 300 SR. Sekarang progresnya sudah 99 persen, tinggal administrasi dan finishing saja,” katanya.

Selain itu, untuk memperkuat distribusi air ke pelanggan, Dinas PUPRPRKP Kotim juga memperkuat booster di Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dengan memasang listrik berdaya 51 Kva menggunakan dana APBD Kotim sebesar  Rp278 juta. Proyek itu dikerjakan PT Jaya Zahra Elektrical sebagai penyedia jasa.

Baca Juga :  Lima Zodiak Ini Mendapat Ramalan Terbaik pada 3 Oktober 2025: Sesuatu yang Positif akan Terjadi Hari Ini

”Pemasangan daya listrik untuk penguatan booster di Sei Ijum Raya mulai dikerjakan 27 Oktober dan ditargetkan selesai 10 Desember 2023. Harapannya, dengan optimalisasi IPA di Pulau Lepeh, total kapasitas bertambah menjadi 100 liter per detik dan dibantu dengan penambahan daya untuk penguatan booster yang diharapkan dapat menjangkau cakupan air di wilayah selatan MHS, MHU, dan Teluk Sampit yang setiap musim kemarau kesulitan memperoleh air bersih,’’ kata Kaspul.

Terpisah, Direktur Perumdam Tirta Mentaya Kotim Firdaus Herman Ranggan melalui Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Mentaya Edy Dyufriadi mengatakan, pembangunan IPA di Pulau Lepeh sudah dimulai tahun 2015 menggunakan APBN. Namun, bangunan IPA di Pulau Lepeh belum diserahkan secara resmi oleh pemerintah pusat.

”IPA di Pulau Lepeh dibangun menggunakan dana sebesar Rp10 miliar, tetapi belum diserahterimakan secara resmi oleh pemerintah pusat. Namun, sejak tahun 2018 IPA berkapasitas 2 x 25 liter per detik sudah dioperasionalkan,” katanya.

Tahun ini, optimalisasi IPA di Pulau Lepeh berkapasitas 2x 25 liter per detik tidak hanya didanai APBD Kotim, tetapi juga APBN sebesar Rp9 miliar.

”Dana APBN sebesar Rp9 miliar ini diserahkan melalui Bank Dunia National Urban Water Supply Project (NUWSP). Dana ini juga termasuk pembangunan rumah pompa dan penambahan jaringan transmisi distribusi di Sei Ijum Raya,” katanya.

Lebih lanjut Edy menjelaskan, penambahan IPA yang didanai Bank Dunia harus melibatkan pemerintah daerah dalam hal sharing dana untuk mempercepat operasional dan optimalisasi IPA di Pulau Lepeh.

”Harus ada dana sharing dengan pemerintah daerah agar pembangunan yang didanai Bank Dunia dapat segera dimanfaatkan. Karena itu, tahun 2023 atau paling lambat 2024 akan ada pekerjaan penambahan atau perluasan jaringan dari Sei Ijum Raya ke Desa Parebok yang menggunakan sumber dana APBD Kotim,” katanya.

Pos terkait