SAMPIT, radarsampit.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Sosial Kotim telah mempersiapkan lahan seluas 6 Ha yang akan dibangun Sekolah Rakyat.
“Pemkab Kotim sudah siapkan lahan 6 Ha. Berkas proposal sudah diajukan ke Kemensos melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Saat ini Pemkab Kotim masih menunggu tim verifikasi dari pemerintah pusat untuk meninjau kelayakan lokasi lahan yang sudah diusulkan untuk dibangun Sekolah Rakyat,” kata Hawianan Kepala Dinsos Kotim saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/6).
Ada tiga alternatif lokasi pertama, Bupati Kotim Halikinnor berencana akan menggunakan gedung asrama haji di Kawasan Islamic Center yang saat ini belum digunakan secara maksimal.
Asrama Haji dilengkapi 48 kamar yang masing-masing dapat menampung empat orang. Sehingga, dapat menampung 192 pelajar.
Alternatif kedua berlokasi di Jalan Ir Soekarno (Jalur lingkar utara) seluas 5,9 Ha. Dan, alternatif ketiga berlokasi di dekat bangunan Rusunawa Jalan Wengga Metropolitan seluas 6 Ha.
“Ada kemungkinan lokasi dekat Rusunawa ini yang akan dijadikan titik lokasi bangunan Sekolah Rakyat. Hal itu karena, lahan yang disediakan 6 Ha milik pemerintah daerah dan sudah bersertifikat. Apabila titik lokasi ini disetujui, Pemkab Kotim akan menghibahkan lahan ini ke Kemensos untuk difungsikan sebagai Sekolah Rakyat,” kata Hawianan.
Dalam hal ini, kesiapan sarana dan prasarana khususnya lokasi lahan disiapkan oleh Pemkab Kotim, Kementerian PU, Kemensos dan Kemendagri.
“Pemerintah daerah hanya menyiapkan lahan yang diusulkan sebagai titik lokasi sekolah rakyat. Untuk verifikasi dan pelaksana pembangunan gedung sekolah dilaksanakan oleh Kementerian PU,” jelasnya.
Adapun anggaran untuk penanganan Sekolah Rakyat terbagi menjadi dua tahap dengan total Rp 10 Triliun menggunakan sumber dana APBN yang didukung oleh Kementerian PU.
Pada tahap pertama, penanganan sekolah rakyat meliputi, pekerjaan renovasi, perbaikan struktur bangunan sekolah yang ada hingga penyediaan mebel untuk 100 sekolah yang ditargetkan selesai di tahun 2025. Pada tahap kedua, pekerjaan berupa pembangunan gedung sekolah baru yang ditargetkan selesai di tahun 2026.








