Libur Tahun Baru Berakhir Pilu, Anak 12 Tahun Tewas Tenggelam di Wisata Danau Alam Salju

tenggelam danau salju
MENINGGAL: Suasana di RSUD Murjani Sampit, sesaat setelah korban tenggelam di Danau Alam Salju dievakuasi. Nyawa korban tak terselamatkan akibat tenggelam. (Fahry/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.com – Suasana libur Tahun Baru 2026 di kawasan wisata Danau Alam Salju, Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 6, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur berubah mencekam. Seorang anak perempuan berusia 12 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam, Kamis (1/1/2026).

Peristiwa tragis itu terjadi saat kawasan wisata tengah dipadati pengunjung yang memanfaatkan momen liburan. Berdasarkan informasi di lapangan, korban diketahui berasal dari Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dan datang ke lokasi wisata bersama keluarganya.

Bacaan Lainnya

Dalam sejumlah video amatir yang beredar di media sosial, tampak warga sekitar berusaha memberikan pertolongan pertama kepada korban. Anak tersebut diangkat dari dalam danau dengan posisi kepala menghadap ke bawah, diduga untuk mengeluarkan air dari tubuhnya. Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil.

“Kabarnya meninggal dunia,” ujar Amir, salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.

Kepanikan sempat melanda kawasan wisata yang sebelumnya dipenuhi suasana ceria. Pengunjung berkerumun saat mengetahui adanya korban tenggelam, sementara sebagian lainnya membantu proses evakuasi.

Kapolsek Ketapang AKP Anis membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban sempat dilarikan ke RSUD Dr Murjani Sampit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Benar, korban meninggal dunia di RSUD Dr Murjani Sampit. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut,” kata AKP Anis.

Menurut keterangan kepolisian, sebelum kejadian korban turun ke area danau untuk berenang. Namun, dalam waktu tertentu korban diduga tenggelam dan baru berhasil dievakuasi oleh warga sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman serta mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan kronologi kejadian secara lengkap.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para orang tua dan pengelola wisata, agar meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak di kawasan wisata air, terutama saat kondisi ramai pengunjung. (sir/oes)

Pos terkait