RadarSampit.com – Ada obrolan menarik pada acara podcast yang diselenggarakan Diskominfosantik Provinsi Kalteng saat Kalteng Expo Jumat (15/7) lalu. Yaitu membahas jabatan seorang pranata humas yang memberikan informasi seputar kegiatan pembangunan institusi.
Jabatan fungsional pranata humas merupakan salah satu jabatan strategis yang dimiliki pemerintah. Sebagai Government Public Relations (GPR), jabatan fungsional yang keberadaannya diatur dalam Permenpan RB Nomor 6 Tahun 2014 tentang JFT Pranata humas dan angka kreditnya memiliki tugas utama untuk memberikan pelayanan informasi dan kehumasan kepada masyarakat.
Kegiatan yang dilakukan sebuah institusi tidak dapat diakses sepenuhnya oleh masyarakat kalau tidak dibantu bagian humas yang berusaha menyampaikan kegiatan, informasi pembangunan dan sebagainya. Bahkan, ada yang berpendapat pranata humas dapat menggambarkan wajah sebuah institusi.
Di sisi lain, sebagai sebuah karier birokrasi, ada yang menilai berkarier di pranata humas sebagai birokrasi kekinian merupakan tuntutan zaman.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng Agus Siswadi mengatakan, wajah sebuah institusi akan terlihat dari peran pranata humas. ”Peran pranata humas sangat luar biasa penting bagi sebuah institusi,” katanya.
Diskominfosantik Kalteng, lanjutnya, merupakan instansi/institusi pembina dari pranata humas. ”Kami bersyukur, saat ini sudah banyak rekan pranata humas yang merupakan dari penyetaraan akibat regulasi penyederhanaan birokrasi. Kami selaku pembina, membuka kesempatan yang luas kepada kawan-kawan ASN, khususnya di Pemprov Kalteng, bahkan kabupaten/kota yang ingin beralih menjadi pranata humas. Silakan berkonsultasi dan berdikusi dengan pranata humas di Dinas Kominfo,” katanya.
Menurut Agus, idealnya, keberadaan pranata humas harus menyebar ke seluruh SOPD. Tidak mutlak berada pada Diskominfo atau Biro Administrasi Pimpinan.
”Mereka harus jadi ujung tombak komunikasi publik di instansi masing-masing, karena pranata humas merupakan sebuah profesi yang luar biasa pada saat ini, di era digitalisasi, informasi, dan revolusi industri,” ujar Agus.
Sementara itu, Pranata Humas Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kalteng Noriko Yunanto mengatakan, humas saat ini dituntut adaptif. Informasi apa pun harus tahu. Keingintahuan itu yang menjadi modal bagi seorang pranata humas, karena berkarier di pranata humas merupakan birokrasi kekinian.
Adanya informasi yang aktual dan faktual akan mendorong masyarakat untuk membicarakan permasalahan yang sedang ramai dibicarakan dalam diskusi sehari-hari. Dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat, peran pranata humas sebagai garda terdepan, sekaligus juru bicara pemerintah sangat penting. Pranata humas diharapkan bisa menciptakan aliran komunikasi dua arah antara instansi pemerintah dan publik.
”Jadi, kami sebagai pranata humas bisa hadir di berbagai sektor. Terlebih jika masih satu lingkup Pemprov, bisa ke dinas-dinas, sharing, cerita apa yang menjadi program ke depannya. Kami mendengarkan dan merespons apa yang menjadi harapan masyarakat, terutama di bidang informasi,” katanya.
Lebih lanjut Noriko menjelaskan, humas memiliki peran menjembatani antara kepentingan pemerintah dan masyarakat secara keseluruhan di satu pihak dan kepada para pihak lain untuk peningkatan kinerja pelayanan masyarakat, serta kegiatan kerja pemerintahan.
”Humas sebagai agen hubungan masyarakat, bahwa kami sebagai humas pemerintah sekaligus masyarakat, bisa menyampaikan pandangan yang akan kami lakukan di kemudian hari. Harapannya, apa yang kami sampaikan kepada masyarakat bisa ketemu jalan tengahnya,” katanya.








