Sementara itu, Pranata Humas Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kalteng Noriko Yunanto mengatakan, humas saat ini dituntut adaptif. Informasi apa pun harus tahu. Keingintahuan itu yang menjadi modal bagi seorang pranata humas, karena berkarier di pranata humas merupakan birokrasi kekinian.
Adanya informasi yang aktual dan faktual akan mendorong masyarakat untuk membicarakan permasalahan yang sedang ramai dibicarakan dalam diskusi sehari-hari. Dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat, peran pranata humas sebagai garda terdepan, sekaligus juru bicara pemerintah sangat penting. Pranata humas diharapkan bisa menciptakan aliran komunikasi dua arah antara instansi pemerintah dan publik.
”Jadi, kami sebagai pranata humas bisa hadir di berbagai sektor. Terlebih jika masih satu lingkup Pemprov, bisa ke dinas-dinas, sharing, cerita apa yang menjadi program ke depannya. Kami mendengarkan dan merespons apa yang menjadi harapan masyarakat, terutama di bidang informasi,” katanya.
Lebih lanjut Noriko menjelaskan, humas memiliki peran menjembatani antara kepentingan pemerintah dan masyarakat secara keseluruhan di satu pihak dan kepada para pihak lain untuk peningkatan kinerja pelayanan masyarakat, serta kegiatan kerja pemerintahan.
”Humas sebagai agen hubungan masyarakat, bahwa kami sebagai humas pemerintah sekaligus masyarakat, bisa menyampaikan pandangan yang akan kami lakukan di kemudian hari. Harapannya, apa yang kami sampaikan kepada masyarakat bisa ketemu jalan tengahnya,” katanya.
Noriko menegaskan, dalam rangka mendukung sektor penguatan komunikasi publik, pranata humas harus mencoba memberikan informasi. Terutama yang berkaitan dengan Provinsi Kalteng, karena itu yang menjadi tulang punggung.
”Jadi, di dalam ada elemen pemerintah dan masyarakat. Semoga ke depannya masyarakat bisa tahu apa kinerja pemerintah. Sampai hari ini kami coba berproses. Bertumbuh menjadi humas yang sekiranya bisa menjadi lentera, cahaya, dan jembatan bagi kemajuan Kalteng,” ujar Noriko. (ewa/ign)