Niat Memadamkan, Warga Luwuk Bunter Dijemput Kematian

Tewas Tersengat Listrik saat Kebakaran

rumah terbakar

SAMPIT, radarsampit.com – Kebakaran yang melanda rumah warga di Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, menelan korban jiwa, Jumat (22/12). Korban tewas merupakan pemuda setempat yang berniat membantu pemadaman. Nahasnya, pemuda itu justru tersengat listrik dari kabel PLN yang putus.

Informasi dihimpun Radar Sampit, rumah yang terbakar tersebut milik Rose (68). Hebatnya amukan api meludeskan semua isi rumah. Tak ada harta benda yang sempat diselamatkan.

Bacaan Lainnya

Adapun korban tewas bernama Bambang (35). Dia terinjak kabel listrik yang terputus saat berupaya membantu menyiram air untuk memadamkan api. Tubuhnya sempat tertindih seng bekas saat membawa ember air.  Saat itulah diduga dia tersengat listrik. ”Kami bersama korban memadamkan api. Saat itu korban membawa ember, ingin menyiramkan air ke bagian dapur. Saat melewati seng, saya terkejut korban minta tolong,” kata Tajul, warga setempat.

Ketika itu korban berteriak. Tajul sempat memegang korban, namun saat dia menyentuh lengan pemuda itu, dia merasakan sengatan listrik. Korban sempat ditolong ditarik menggunakan ruas bambu. Hampir sepuluh menit hingga akhirnya dia bisa ditarik. Korban kemudian langsung dibawa ke Puskesmas Cempaga. ”Saya yang bawa di mobil dan dibawa ke puskesmas. Dipasang alat dan ternyata meninggal kata perawatnya,” ujarnya.

Peristiwa tersebut membuat keluarga korban terpukul. Apalagi korban merupakan tulang punggung keluarga tersebut. ”Anaknya memang suka menolong. Punya jiwa sosial tinggi. Korban memang dikenal begitu di kampung,” kata Matias, warga setempat.

Setelah dinyatakan meninggal, jenazah korban langsung dipulangkan ke rumah duka yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kebakaran.

Terpisah, Camat Cempaga Ady Candra MD Atuk mengatakan, rumah kayu yang terbakar milik seorang ibu lanjut usia bernama Rose dan anaknya, Iwan, yang menderita disabilitas. ”Saat kejadian kebakaran, ibu Rose keluar membeli beras dan tinggal anaknya Iwan berumur sekitar 30-an tahun dan dinyatakan selamat. Namun, tidak ada satu pun barang yang bisa diselamatkan. Kerugian diperkirakan sekitar Rp70 juta,” kata Ady Candra di lokasi kejadian.

Pemadaman ditangani Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Luwuk Bunter, dibantu warga setempat dengan peralatan seadanya. ”Warga juga panik. Ingin menelepon damkar, jarak dari kota ke desa lumayan jauh, sehingga masyarakat berupaya membantu memadamkan dengan peralatan seadanya,” katanya.

Menurut Ady, semua desa di wilayah Cempaga sudah memiliki MPA di masing-masing desa. Juga memiliki peralatan pemadaman kebakaran portable sederhana yang disediakan melalui pengadaan anggaran dana desa, meski alatnya tidak secanggih peralatan Dinas Damkar.

Kebakaran tersebut juga menyita perhatian Wakil Bupati Kotim Irawati. Saat melihat ada kepulan asap ketika dalam perjalanan pulang dari Palangka Raya menuju Sampit, Irawati langsung meninjau ke lokasi. Api ketika itu sudah berkobar menghanguskan seluruh bangunan.

Irawati menyampaikan turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi hingga menelan korban jiwa. ”Semoga semua keluarga korban meninggal dunia dalam musibah ini diberikan keikhlasan dan ketabahan. Termasuk korban yang rumahnya terbakar,” kata Irawati dengan wajah prihatin sambil memeluk salah seorang korban.

Irawati menambahkan, peristiwa itu harus menjadi pelajaran bagi semua pihak agar selalu berhati-hati terhadap penggunaan listrik dan semua peralatannya, kompor, serta barang lainnya. ”Kepada PLN, saya juga meminta agar melakukan edukasi, pengecekan, dan pemeliharan rutin untuk semua jaringan listrik hingga ke pelanggan rumah tangga,” katanya.

Pos terkait