Nyeleneh! Belasan Tahun Lansia Pemilik Kos Ini Makan Daging Kucing untuk Obat Diabetes

makan kucing
VIRAL: Nur Yanto, bapak kos asal Semarang yang ditangkap polisi karena konten makan kucing yang viral di medsos. (RADAR SEMARANG/JPR)

Radarsampit.com – Seorang lansia ini memiliki kebiasaan yang tidak lazim yakni mengonsumsi daging kucing. Kebiasaan nyeleneh warga Kota Semarang ini  ternyata sudah berlangsung bertahun-tahun.

Akibatnya, pria bernama Nur Yanto (64) tersebut ditetapkan sebagai tersangka oleh Polrestabes Semarang. Namun tersangka tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun.

Bacaan Lainnya

“Modusnya adalah ketika bapak ini melihat kucing tidur, kemudian disamperin. Setelah itu, dipukul menggunakan senjata tajam. Namun yang dipakai adalah punggung senjata tajam berupa celurit,” kata Kanit Tidpiter Satreskim Polrestabes Semarang, AKP Johan Widodo.

Setelah dipukul di bagian kepala berkali-kali maka kucing itu pun mati. “Kemudian (kucing, red) dibakar untuk menghilangkan bulu-bulunya. Selanjutnya, dipotong-potong dan dimasak, lalu dikonsumsi,” paparnya.

Petugas kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit Jiwa di Semarang. Pasalnya, Nur tampak berubah dan ngelantur saat memberi keterangan ketika diperiksa polisi.

“Kita arahnya ke situ (pengecekan kondisi kejiwaan tersangka) juga, kita koordinasi dengan pihak RSJ untuk diobservasi, apakah ada gangguan jiwa atau tidak pada pelaku ini,” kata Johan saat jumpa pers di Polrestabes Semarang, kemarin.

Saat ini, Nur masih dalam status terlapor. Namun, polisi akan segera melakukan penyidikan dan pemeriksaan yang mendalam dengan melibatkan saksi ahli.

Sebab berdasarkan hasil tes kesehatan, kadar gula darah Nur normal. Untuk saat ini, Nur juga tidak ditahan namun hanya dikenakan wajib lapor dua kali seminggu.

Nur dijerat Pasal 91 b ayat 1 Undang-Undang nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, pelaku hanya diminta wajib lapor karena hukuman dibawah lima tahun.

Saat ditanya oleh awak media, Nur mengakui bahwa ia sudah lama mengonsumsi daging kucing.

Menurut pengakuannya, daging kucing dapat mencegah kadar gula yang tinggi di tubuhnya. “(Dari 2010?) iya pokoknya sudah lama, iya segitu. Saya diabet sejak umur 54, sekitar 10 tahun lalu,” ungkap Nur.

Nur mengaku ia nekat mengonsumsi daging kucing karena rendah kalori dan bisa digunakan sebagai obat penyakit gula atau diabetes yang dideritanya selama ini.

Nur juga mengaku tidak memiliki cukup uang untuk membeli daging sapi seri.

Nur mengaku pernah mencoba berobat sebelum mengonsumsi daging kucing, namun pria pemilik usaha rumah kos tersebut mengaku dokter enggan memberinya obat.

Salah satu penghuni indekos yang dimiliki Nur, yaitu NA, 24, mengatakan tidak pernah melihat secara langsung perbuatan bapak kosnya itu. Namun NA mengaku bahwa teman kosnya yang pernah melihat Nur ketika memakan daging kucing.

NA menceritakan bahwa suatu hari seorang penyewa kos lain pernah mendengar suara raungan kucing. Dia pun keluar dari kamar kosnya untuk memeriksa sumber suara kucing tersebut.

Saat itu, Nur langsung menghampiri NA, dan mengaku baru saja membunuh kucing. “Pertama ngomong, “maaf mas, tadi habis pukul kucing mau saya makan. Maaf kalau itu ganggu nurani anda.” “Ya saya kaget,” ungkap NA. (bel/mag/nug/jay)

 

Pos terkait