PALANGKA RAYA-Memastikan stok berbagai kebutuhan pokok mulai beras hingga minyak goreng (migor) aman dan terkendali, aparat kepolisian kembali mendatangi sejumlah tempat. Mulai dari warung, pasar hingga sejumlah gudang minyak goreng di wilayah dalam kota sampai pelosok Kota Palangka Raya, Senin (28/3).
“Sesuai arahan dan untuk masyarakat dari Polresta Palangka Raya telah mendatangi beberapa distributor yang menampung minyak goreng, untuk memastikan stok aman menyambut bulan suci Ramadan 1443 Hijriah. Kita datangi sejumlah tempat, mulai dari warung hingga gudang,” ujar Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santosa melalui Kasat Samapta AKP Gatoot Sisworo.
Dari hasil pengecekkan,pihaknya menemukan sejumlah data, antara lain di PT.Kahayan Niaga Utama ada 1.400 karton stok minyak goreng .Sedangkan CV. Borneo Cipta Mandiri mengalami kekosongan dan di PT Budi Distrindo Nusa ada tersedia merk Sania 671 karton, Fortune 1.079 karton.
“Ketersediaan minyak goreng di Kota Palangka Raya kita masukan dalam kategori aman.Kita datangi antara lain PT. Kahayan Niaga Utama, CV. Borneo Cipta Mandiri dan PT. Budi Distrindo Nusa,” tutur Gatoot.
Ia menegaskan, pengecekan akan dilakukan pihaknya secara rutin guna memastikan perkembangan harga dan ketersediaan minyak goreng di Kota Palangka Raya, dengan mengambil sampel data dari beberapa toko, warung, pasar tradisional maupun pasar modern.
“Diketahui harga berkisaran Rp 22.000 hingga Rp 28.000 per liter, dari beberapa merk minyak goreng baik itu premium maupun kemasan sederhana yang dijual di pasar tradisional dan pertokoan,” paparnya.
Gatoot menambahkan, pada pasar modern minyak goreng pun juga dijual dengan beberapa merk premium dan kemasan sederhana dengan kisaran harga yakni R. 25.200 hingga Rp 28.300.
“Beberapa merk minyak goreng yang dijual itu pun rata-rata berkemasan 1 (satu) liter, sedangkan apabila ada kemasan 2 (dua) liter biasanya dijual dengan kisaran harga Rp 55.000. Stok dan ketersediaan minyak goreng di Kota Palangka Raya untuk saat ini masih tergolong aman, karena masih ada dan dijual pada kawasan pertokoan maupun pasar tradisional dan modern,” paparnya.
Kapolsek Bukit Batu Ipda Muh. Dian Dzikrillah juga mengatakan, personelnya sudah melakukan mengecek ketersediaan sembako yang ada di wilayah hukumnya. Salah satunya di Pasar Tangkiling.
“Dari hasil pengecekan yang dilakukan rekan – rekan kami di lapangan, untuk harga ketersediaan bahan pangan rumah tangga khususnya minyak goreng masih aman. Perlu kami tegaskan juga, kepada para penjual untuk tidak melakukan penimbunan terhadap bahan Sembako jenis apapun apalagi itu bahan pangan warga,” tegasnya.
Dzikrillah menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap harga dan ketersediaan minyak goreng, demi mengantisipasi terjadinya kelangkaan maupun gejolak bagi masyarakat.
“Pemantauan akan kami lakukan rutin dengan barengi berkoordinasi bersama Disperindagkop dan pihak penjual, baik tradisional maupun modern serta memonitoring kebijakan pemerintah tentang minyak goreng,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Rakumpit Iptu Waryoto menuturkan, pengecekan ini merupakan bagian tugas dari aparat kepolisian. ”Kami sebagai aparat penegak hukum tidak menginginkan adanya oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan penimbunan,” katanya.
Menurutnya, dari hasil pengecekan ke toko yang menjual Sembako, khusus harga minyak goreng yang diperjualbelikan masih di batas kewajaran.
“Untuk minyak goreng merk Sania kemasan 2 liter dijual harga Rp 55.000, merk Hemat Rp 27.000,-/liter, curah per 250 ml Rp.10.000, merk Batik kemasan 2 liter Rp 55.000, Favorite kemasan 5 liter Rp.150.000,-M&M Rp 26.000/liter dan Tropical kemasan 2 liter Rp 50.000 serta Marunting kemasan 2 liter Rp. 55.000. Semua aman stoknya,” pungkasnya Waryoto.(daq/gus)








