Pemkab akan Data Lapak Nganggur untuk Ramaikan Lagi Pasar Keramat

pasar
RAPAT: Ratusan pedagang diundang mengikuti pertemuan di Aula Kantor Kecamatan Baamang, Kamis (6/6/2024). (Istimewa)

SAMPIT, radarsampit.com – Persoalan keberatan pedagang Pasar Keramat terhadap pedagang ayam di sepanjang Jalan Cristopel Mihing Kelurahan Baamang Tengah dan pedagang sayur dadakan di pinggir Jalan Sukabumi direspons Pemkab Kotim secara bertahap. Sejumlah pedagang diundang untuk menyampaikan keluhannya.

”Kami sudah mengundang 200-an pedagang di Pasar Keramat dan pedagang sayuran yang jualan di atas drainase dan pinggir Jalan Sukabumi, termasuk 13 pedagang ayam,” kata Sufiansyah, Camat Baamang, Jumat (7/6/2024).

Bacaan Lainnya

Dari pertemuan itu, pihaknya bersama perwakilan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kotim telah mendengar semua keluhan dan keinginan pedagang yang berharap agar pedagang liar di pinggir Jalan Sukabumi dan Cristopel Mihing segera ditertibkan.

”Saya sebagai Camat Bamaang tugasnya hanya mengoordinir dan mengumpulkan pedagang. Kami sudah mendengar bersama apa yang dikeluhkan dan diinginkan dan notulen rapat akan kami sampaikan beberapa SOPD terkait. Selanjutnya, pemberian surat teguran dikeluarkan oleh Diskoperindag dan langkah penertiban dilakukan oleh Satpol PP yang berwenang sesuai dengan tupoksinya,” ujar Sufiansyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kotim Zulhaidir mengatakan akan segera memberikan surat teguran kepada pedagang yang berjualan di pinggir Jalan Cristopel Mihing dan Sukabumi.

”Suratnya lagi diproses, segera kami akan berikan surat teguran kepada pedagang liar yang berjualan di pinggir jalan. Kami juga sudah menangkap hasil rapat kemarin. Pada prinsipnya, pedagangnya mau saja ditertibkan, karena sebagian juga punya lapak di pasar, seperti Pasar Al Kamal, jadi mereka akan kembali berjualan di lapaknya. Sedangkan sisanya menunggu kami menginventarisir lapak di dalam Pasar Keramat untuk memastikan jumlah pedagang yang masih berjualan dan akan berjualan di dalam Pasar Keramat,” kata Zulhaidir.

Catatan Radar Sampit, Bangunan lapak ikan di Pasar Keramat pernah diperbaiki pada Agustus 2019 dan telah selesai direnovasi dan ditempati sejak 1 April 2020.

Namun, renovasi lapak pasar ikan tak memberikan dampak baik terhadap peningkatan pendapatan pedagang. Yang ada, 164 pedagang yang terdata pada tahun 2019 kini kian berkurang karena tak sanggup bertahan menantikan pembeli yang semakin tahun terus mengalami penurunan pembeli.

Pantauan Radar Sampit Kamis (30/5/2024) lalu, banyak ditemukan lapak-lapak kosong dan jumlah pedagang yang bertahan berjualan hanya sekitar 30 pedagang. Sedangkan, pemilik lapak yang lainnya memilih menyewakan lapaknya ke sesama pedagang dan mencari tempat lain di lokasi yang lebih strategis, sehingga banyak lapak kosong tak dimanfaatkan.

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Kotim Kasiyan menambahkan pihaknya akan segera mendata kembali jumlah lapak dan status kepemilikan lapak di Pasar Keramat.

”Minggu depan kami akan cek dan pastikan jumlah lapak di Pasar Keramat. Dan, berapa lapak yang kosong itu yang kami harapkan dapat diisi oleh pedagang dadakan yang jualan di pinggir jalan agar bergabung ke dalam, sehingga Pasar Keramat diharapkan bisa ramai lagi,” tandasnya. (hgn/ign)

Pos terkait