PANGKALAN BUN – Sesepuh sekaligus penasehat Perguruan Pencak Silat Gubug Remaja akhirnya angkat bicara dan meminta maaf kepada semua pihak terkait kasus penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum anggotanya.
Insiden pengeroyokan tersebut menimpa salah satu anggota Gubug Remaja yang ingin keluar dari perguruan. Kejadian berlangsung di Jalan Jenderal Ahmad Yani RT 01 RW 01 Desa Sumber Agung, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Penasehat Umum Perguruan Pencak Silat Gubug Remaja Cabang Kalimantan Tengah, Habib Asnawi ketika dijumpai di Kantor Advokat dan Legal Consultant yang ada di Pangkalan Bun menyatakan permintaan maafnya kepada korban dan semua pihak.
“Saya menyatakan permohonan maaf kepada adik saya, saudara Arut Ariyanto sekeluarga, karena telah terjadi pengeroyokan dari anggota kami. Dan saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada saudara-saudara kami dari perguruan lain. Saya selaku orang tua atau penasehat di Perguruan Silat Gubug Remaja mengucapkan permintaan maaf ini atas kelalaian yang ditimbulkan oleh anggota perguruan yang berada di Desa Sumber Agung,” jelas Habib Asnawi, Sabtu (2/10).
Pada kesempatan itu, dirinya juga mengungkapkan permintaan maafnya kepada seluruh masyarakat Desa Sumber Agung, karena pada beberapa hari lalu telah terjadi ketegangan. Oleh karena itu, lanjutnya, dengan pernyataan maaf ini, semoga suasana di Desa Sumber Agung kembali aman, tenteram, dan kondusif seperti sediakala.
Ia pun menegaskan agar seluruh anggota perguruan untuk lebih bijaksana sehingga kejadian ini tidak terulang kembali. “Khususnya untuk semua adik-adik didik saya atau anggota-anggota saya dari Perguruan Silat Gubug Remaja, mohon kedepannya lebih bijak saat bersikap serta arif dalam mengambil keputusan. Jangan mengambil keputusan di luar koridor perguruan,” tambahnya.
Selain itu Asnawi juga kembali mengingatkan kepada seluruh anggota Perguruan Silat Gubug Remaja lainnya agar tidak melakukan tindakan semena-mena, selesaikan setiap permasalahan dengan baik.








