Pendaftaran Online untuk Vaksin Belum Bisa Diterapkan gara-gara Ini

vaksinasi
BERKERUMUN: Antrean vaksinasi yang membludak di pelataran Citimall Sampit (6/8) lalu, dan dikhawatirkan memicu klaster baru penyebaran Covid-19. (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Kerumunan warga yang antre untuk vaksinasi Covid-19 di CitiMall Sampit Kamis (6/8) lalu, nampaknya membuat sejumlah pihak yang menggelar kegiatan serupa untuk berbenah. Agar situasi tersebut tidak lagi terjadi, pendaftaran peserta secara online nampaknya menjadi solusi.

Seperti yang akan diterapkan  pihak Puskesmas Baamang II Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Bakal membuka layanan antrean vaksinasi online yang dikhususkan untuk penerima vaksin tahap 1. Tujuannya untuk mengantisipasi kerumuman massa yang begitu antusias ingin divaksin.

Bacaan Lainnya

”Nanti kami akan bagikan link yang harus diisi dan calon penerima vaksin akan mendapat nomor antrean dan tinggal menunjukkan bukti telah mendaftar antrean secara online,” kata dr Desliana Eka Maulitita, Kepala Puskesmas Baamang II, Jumat (6/8).

Selain itu lanjutnya, Puskesmas Baamang II juga akan menjadwalkan layanan vaksinasi ditiap kelurahan per Rukun Tetangga (RT) untuk didaftarakan masuk sebagai calon penerima vaksin tahap pertama. ”Sudah kami informasikan ke kelurahan. Jadi, mereka tinggal menunggu informasi dari kami terkait jadwal layanan vaksin tahap pertama,” terang Desliana.

Dijelaskannya pula, saat ini seluruh puskesmas yang menyediakan layanan vaksinasi difokuskan untuk melayani calon penerima vaksin tahap kedua, lanjut usia, dan warga yang bekerja dalam kategori pelayan publik.

“Untuk layanan antrean vaksin online masih belum diterapkan, karena ketersediaan vaksin yang datang sangat terbatas dan difokuskan untuk calon penerima vaksin tahap kedua, lansia dan pelayan publik,” terangnya.

Menurutnya, dengan sistem pendaftaran antrean vaksin online dapat membantu mengatasi terjadinya kerumuman massa sehingga warga yang datang tertib sesuai giliran.

“Sistem antrean vaksin online ini bagus diterapkan, karena masyarakat tidak perlu khawatir tidak mendapatkan layanan vaksin dan jauh-jauh hari masyarakat sudah bisa mendapatkan nomor antrean. Hanya saja, kendalanya jumlah vaksin yang diterima puskesmas tidak didistribusikan secara rutin. Jadi kami enggak berani memberikan nomor antrean ke masyarakat,” ujarnya.

Namun, apabila Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dan Dinkes Pemkab Kotim dapat menjamin pendistribusian vaksin ke puskesmas berjalan lancar,  maka sistem antrean vaksin online dapat sukses diterapkan.

“Ini tergantung jumlah vaksin yang didistribusikan dari provinsi ke Kabupaten Kotim. Persoalannya distribusi vaksin yang didatangkan untuk Kotim jumlahnya tidak menentu dan masih sangat terbatas dan belum cukup memenuhi banyaknya permintaan vaksin,” beber Desliana.

Diuraikannya, dalam sehari, pihak puskesmas ditargetkan melayani vaksin sebanyak 200 orang. Sebelum memberikan layanan, sehari sebelumnya pihaknya memberitahukan informasi melalui instagram dan lurah serta kades setempat.

“Untuk vaksinasi yang jumlahnya banyak diatas 100 orang kami sarankan untuk datang agak siang sekitar jam 11 siang supaya tidak menimbulkan kerumuman massa. Kami atur jadwalnya agar warga yang datang tidak berdesak-desakan. Maksimal dalam sehari layanan vaksinasi enggak lebih dari 150 orang,” katanya. (hgn/gus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *