SAMPIT, radarsampit.com – Kabar meningkatnya sebaran Covid-19 subvarian baru Omicron XBB 1.5 dan EG2 dan EG5 menjadi perhatian serius pemerintah. Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada kepala dinas kesehatan kabupaten dan provinsi di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan.
Diantara bentuk kewaspadaan tersebut adalah memastikan masyarakat sudah menjalani vaksinasi Covid-19 secara lengkap dan secara khusus sangat direkomendasikan bagi pelaku perjalanan domestik agar memastikan telah melakukan vaksinasi Covid-19 lengkap.
Selain itu, dinas kesehatan provinsi dan kabupaten juga diminta meningkatkan pelayanan vaksinasi di fasilitas kesehatan yang tersedia, dalam hal ini puskesmas. Namun, imbauan tersebut terkendala ketiadaan stok vaksin.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah mengusulkan alokasi vaksin Covid-19 agar dapat memberikan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat, khususnya pelaku perjalanan domestik yang berniat bepergian jauh serta untuk calon jemaah haji yang mana salah satu syaratnya wajib vaksin dosis 4.
“Untuk saat ini stok vaksin masih belum tersedia. Kami sudah mengusulkan kurang lebih 500 dosis, hanya sedikit untuk masyarakat yang ingin bepergian saja dan juga kami usulkan untuk layanan vaksin bagi calon jemaah haji,” kata Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim Nugroho Kuncoro Yudho, Sabtu (16/12/2023).
Pihaknya pun belum dapat memastikan kedatangan vaksin dan merk vaksin apa yang digunakan. “Kedatangannya kapan kami belum dapat memastikan dan untuk merk apa yang nantinya akan kami terima untuk alokasi Kotim kami juga belum tahu, karena kami tidak bisa meminta merk tertentu, semua tergantung ketersediaan dari pusat. Hingga saat ini kami masih menunggu distribusi vaksin untuk Kotim,” katanya.
Dinkes Kotim update realisasi capaian vaksinasi Covid-19 pada November 2022 lalu. Dari informasi tersebut memungkinkan selama setahun mulai Januari-Desember 2023 ini pelayanan vaksinasi Covid-19 masih sangat terbatas dan mungkin tidak ada layanan karena kendala tak tersedianya stok vaksin.
Hal itu dibuktikan berdasarkan data realisasi vaksinasi Covid-19 update per 16 Desember 2023 tahun ini yang terakumulasi sejak awal layanan vaksinasi Covid-19 tercatat layanan vaksinasi dosis 1 sebanyak 313.311 orang dengan capaian 97,1 persen, dosis 2 sebanyak 241.932 orang dengan capaian 73,6 persen, dosis 3 (booster I) sebanyak 42.426 atau 12,9 persen dan dosis 4 (booster II) sebanyak 21.251 orang dengan capaian sebesar 6,5 persen dan masih jauh dari target 328.727 sasaran vasksinasi Covid-19 di Kotim secara keseluruhan dari kategori nakes, lansia, pelayan publik, masyarakat, remaja, dan vaksin anak-anak.
“Untuk vaksin booster kedua atau dosis empat sudah mulai diberikan Agustus 2022 lalu untuk masyarakat skala prioritas terlebih dahulu dimulai dari tenaga kesehatan, pekerja pelayan publik, TNI Polri dan seterusnya,” katanya.
Berdasarkan catatan Radar Sampit dalam pemberitaan sebelumnya, Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi mengatakan pemberian dosis keempat dapat diberikan minimal dengan jarak interval enam bulan dari vaksin booster pertama (dosis ketiga).
Pemberian vaksin untuk nakes pada dosis tiga (booster I) yang memakai Sinovac maka pada penggunaan vaksin dosis empat (booster kedua) dapat menggunakan merk vaksin Astrazeneca yang diberikan sebanyak separuh dosis atau 0,25 ml, Pfizer separuh dosis atau 0,15 ml, Sinopharm, Sinovac dan Moderna diberikan dosis penuh atau sebanyak 0,5 ml.








