Polda Kalteng Waspadai Penyalahgunaan Kecubung

Buah kecubung
Buah Kecubung

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Fenomena mabuk buah kecubung jadi perhatian serius Polda Kalimantan Tengah. Aparat berupaya penyimpangan itu tak marak di Bumi Tambun Bungai dengan melakukan edukasi bahaya buah kecubung.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan, selain edukasi serta penyuluhan kepada masyarakat, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Bacaan Lainnya

Selain itu, pengecekan dilakukan di sejumlah lokasi. Sejauh ini, ungkap Erlan, pihaknya belum menerima laporan adanya warga yang murni menggunakan kecubung.

”Saat ini memang belum ada laporan ke Satgas Krimsus dan Narkoba. Kami mengimbau jangan mengonsumsi kecubung dalam bentuk apa pun, karena sangat berbahaya,” katanya.

Erlan juga meminta masyarakat melapor jika menemukan barang tersebut, sehingga bisa sesegera mungkin ditindaklanjuti. ”Hal ini menjadi perhatian karena dikhawatirkan akan menyebar di Kalteng. Makanya diantisipasi melakukan pengecekan di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, dilansir dari sejumlah sumber, meskipun kerap disalahgunakan sebagai penghilang kesadaran yang dapat menyebabkan halusinasi, buah kecubung tidak termasuk dalam golongan narkoba.

Namun, tanaman ini memiliki efek yang bahkan lebih berbahaya dibandingkan beberapa jenis narkoba.

Tanaman kecubung mengandung senyawa kimia alkaloid seperti atropin, hiosiamin, dan skopolamin yang bersifat antikholinergik. Selain itu, kecubung juga mengandung hiosin, zat lemak, kalsium oksalat, meteloidina, norhiosiamina, norskopolamina, kuskohigrina, dan nikotina.

Dikutip dari detik.com, Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional Jamu Indonesia (PDPOTJI) Inggrid Tania menjelaskan, kecubung dikenal mampu membuat seseorang berhalusinasi atau ‘memabukkan’ jika dikonsumsi.

”Skopolamin itu merupakan zat halusinogen yang kuat,” ungkap Inggrid.

Salah satu kandungan berbahaya di buah kecubung yang menyebabkan hilang kesadaran dan halusinasi adalah senyawa skopolamin atau dikenal juga dengan hyoscine. Kandungan skopolamin ini di dunia kedokteran digunakan untuk mengatasi  kram perut, usus, hingga saluran kemih.

Tanpa pengawasan dokter, kandungan skopolamim juga mampu merusak sel-sel saraf manusia dan menghilangkan koordinasi motorik mereka. Bahkan, efek berbahaya dari kecubung juga mampu menghilangkan memori jangka pendek seseorang.

Mengutip harian luar negeri “The Daily Star”, kandungan skopolamin pada obat-obatan dan herbal telah diteliti terlebih dahulu. Kepala Pemeriksa Kimia DNC Dulal Krishna Saha menjelaskan, hasil riset menyatakan skopomolamin berefek membuat korban tidak mampu mengendalikan tindakan mereka.

Penggunaan kandungan skopolamin sudah ada sejak Perang Dunia II. Digunakan intelijen untuk menguak informasi dari musuh yang tertawan.

”Ini adalah salah satu “serum kebenaran” pertama yang digunakan selama Perang Dunia II untuk memperoleh informasi dari target yang tidak bersedia. Namun, sebagian besar dikenal karena sisi gelapnya,” katanya.

Skopolamin telah digunakan dalam tindak kejahatan lainya dengan cara meniupkan serbuk ataupun cara lainnya kepada korban agar terkena efek dari skopolamin, yaitu halusinasi.

Para korban akan melakukan apa saja untuk penyerang mereka. Mulai dari menyerahkan semua harta benda mereka hingga bahkan membunuh seseorang untuk mereka. (daq/rm-107/ign)

Pos terkait