PALANGKA RAYA, RadarSampit.com-Tangisan dan suasana haru terlihat saat keluarga, baik anak dan istri dari 555 prajurit Yonif Raider 631/Antang saat diberangkatkan ke Papua dalam Satgas Operasi Pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) PT Freeport Indonesia, selama 9 bulan.
Pemberangkatan dilakukan bertahap dalam enam gelombang dan langsung dipimpin Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Bayu Permana di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Selasa (4/4).
Bayu Permana mengatakan, setiap panggilan tugas dalam operasi militer merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi prajurit yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, demi menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.
“Pengamanan Obyek Vital Nasional yang bersifat strategis merupakan salah satu tugas TNI AD dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004,” ujarnya.
Dirinya juga berpesan, kepada seluruh prajurit yang bertugas untuk tetap waspada, siap siaga serta jangan pernah ragu dalam bertugas menegakkan integritas dan menjaga kedaulatan NKRI sesuai prosedur yang berlaku.
Bayu juga menekankan, agar para prajurit selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Llaksanakan tugas sesuai dengan protap yang dilatihkan, jaga kesehatan, pahami dan kuasai wilayah operasi dari kemungkinan terjadinya ancaman, serta jaga hubungan baik dengan masyarakat setempat.
“Selain itu, hindari pelanggaran sekecil apapun dalam pelaksanaan tugas, laksanakan tugas dengan profesional dan penuh rasa tanggung jawab. Khusus persenjataan, amunisi dan bahan peledak agar dilakukan inventarisasi secara periodik, dengan mengacu kepada tertib administrasi,”paparnya.
Ia menambahkan, saat bertugas para prajurit harus bermoral dan beretika, mengedepankan operasi teritorial didukung operasi intelijen dan operasi tempur secara profesional dan proporsional, sesuai prosedur yang berlaku.
Selain itu tegasnya, hormati kultur budaya dan adat istiadat masyarakat setempat serta rebut simpati, hati dan pikiran masyarakat, jalin komunikasi yang harmonis dengan tetap berkoordinasi dengan apparat serta instansi pemerintah setempat.
“Kendalikan diri dalam situasi apapun di medan tugas, jaga martabat dan kehormatan satuan dengan tetap menghindari segala bentuk pelanggaran dan harus bisa menjaga kesehatan dan jangan lupa terpenting utamakan faktor keamanan dan keselamatan para prajurit. Semoga tanggung jawab yang diberikan oleh negara di pundak saudara-saudara bisa dilaksanakan sebaik-baiknya, dan kembali dengan selamat,” pungkas Danrem.
Sementara itu, salah satu istri prajurit Nike Dwi Hari menyatakan, sudah kewajiban sebagai seorang istri melepas suami sebagai prajurit dengan penuh rasa bangga dan haru, sebab penugasan itu merupakan penghormatan bagi bangsa dan negara.
”Kami doakan yang terbaik untuk seluruh prajurit yang berangkat. Berangkat selamat, pulang selamat dan bisa berkumpul lagi bersama keluarga. Lancar dalam bertugas.Kami minta doanya juga dari masyarakat Kalteng,” ungkapnya istri dari Anggota Satgas Raider Raider 631/Antang ini. (daq/gus)








