Ribuan Pelaku Usaha Ikuti Jambore UMKM Wilayah Barat

jambore umkm
JAMBORE UMKM : Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menyapa pelaku usaha yang mengikuti Jambore UMKM di Gedung Serbaguna Antakusuma, Pangkalan Bun Park, Selasa (5/9/2023). (SULISTYO/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Ribuan pelaku usaha mengikuti Jambore UMKM tahun 2023 wilayah Barat. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran membuka secara resmi kegiatan yang dipusatkan di Gedung Serbaguna Antakusuma, Pangkalan Bun Park, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (5/9).

Kegiatan yang diikuti 7015 pelaku UMKM dari Kabupaten Kobar, Kotim, Lamandau, Sukamara, dan Seruyan itu guna mempertemukan antar pelaku usaha, pembina, lembaga keuangan, praktisi, dan stakeholders lainnya.

Bacaan Lainnya

Hal itu guna meningkatkan daya saing produk, dan mengembangkan sistem jaringan usaha bagi pelaku UMKM untuk mendukung UMKM naik kelas dan go digital.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menjelaskan, Jambore UMKM Tahun 2023 akan terbagi dalam 3 Wilayah di Kalteng, yaitu Wilayah Barat, Tengah dan Timur.

“Jambore UMKM di Kabupaten Kobar sebagai upaya peningkatan kualitas dan kuantitas para pelaku UMKM di Kalteng yang menjadi fokus pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Kalteng dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara, Pj. Bupati Kobar Budi Santosa mengatakan, Kabupaten Kobar yang menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini memang dikenal sebagai daerah yang sedang tumbuh secara dinamis.

“Kontribusi Kobar terhadap perekonomian di Kalteng juga tercatat masuk peringkat 2. Selain itu, Kobar juga dikenal sebagai daerah dengan destinasi wisata terbesar di Kalteng, karena terdapat lokasi konservasi orangutan terbesar di dunia yaitu di Taman Nasional Tanjung Puting,” jelasnya.

Pj. Bupati juga menjelaskan, sektor UMKM bisa dikatakan sebagai salah satu tulang punggung perekonomian. Terlebih saat terjadinya pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu.

“Dengan kepiawaian beradaptasi dengan kondisi pasar serta memanfaatkan media sosial (medsos) menyebabkan UMKM di Kobar masih bisa berjalan sehingga perekonomian juga tetap berputar,” pungkasnya. (tyo/fm)

 

Pos terkait