SAMPIT, radarsampit.com – Kobaran api yang mengamuk di Jalan Jenderal Sudirman km 4,5 Sampit, membelah gelapnya malam. Lima unit kios luluh lantak disantap jilatan bara. Musibah yang disebut-sebut dipicu percik api rokok itu sukses menghantam perekonomian para korban.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, Kamis (14/3/2024). Kabarnya menyebar dengan cepat. Warga setempat panik karena mendengar suara ledakan dari kios penjual bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Jalanan sempat macet, sejumlah pengendara yang penasaran ikutan menepi mendekati lokasi kebakaran.
”Saya lagi tidur, tiba-tiba kaget mendengar suara ledakan. Saat keluar rumah, lihat api sudah membesar,” kata Erna, saksi kejadian yang tinggal di rumah kayu, berdekatan dengan titik lokasi kebakaran.
Api tak sampai merembet ke rumah Erna. Namun, menghanguskan tiga unit rumah toko (ruko) berkonstruksi beton dan dua kios.
Ruko pada sisi kiri, menghadap arah Jalan Jenderal Sudirman, persis di depan GM Tractor PT Gaya Makmur Tractors, disewa Emi (35), pedagang warung bahan pokok, bagian tengah disewa BRI Link, dan kanan diisi pedagang BBM solar.
Di samping kanannya lagi, ada bengkel yang disewa Widodo (44) dan warung soto yang disewa Nurhayati. Semua bangunan itu ludes.
”Itu ruko dan kios warung milik saya,” kata Fauzi (48), pemilik bangunan kepada Radar Sampit di halaman depan rumahnya yang berdekatan dengan lokasi kejadian.
Pria itu terlihat panik tidak karuan memikirkan nasib ruko yang baru dibangunnya dua tahun silam. ”Pening kepala saya. Tidak konsentrasi berpikir. Ruko baru dibangun dua tahun lalu, belum balik modal. Tidak disangka-sangka menghadapi musibah kebakaran,” ucapnya dengan raut wajah sedih.
Saat kebakaran, Fauzi sudah tiba di rumah. Peristiwa itu diduga terjadi akibat percikan api dari puntung rokok dekat solar yang langsung menyambar ruko yang disewa Mihran. ”Warga yang menjadi saksi melihat titik api pertama dari ruko penjual BBM. Apinya dari puntung rokok yang menyambar bensin solar,” ucap Fauzi.
Informasi lain yang dihimpun Radar Sampit, kebakaran dipicu dari percikan api saat Mihran menuangkan bahan bakar minyak ke dalam botol. Apesnya, botol yang sedang dituang BBM itu, justru terlepas dari tanganya. Tak disebutkan dari mana percikan api muncul. Namun, dugaannya dari puntung rokok.
Lebih lanjut Fauzi mengatakan, ada lembaran uang kertas mencapai ratusan juta rupiah ikut hangus. ”Ada warga mengirimi foto uang terbakar di dalam tas. Berapa jumlahnya, saya enggak tahu. Sepertinya itu uang milik BRI Link,” katanya.
Peristiwa itu direspons cepat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kotim dengan menurunkan empat armada tangki pemadam dan tiga regu (30 personel). Kemudian, bantuan mobil tangki BPBD Kotim, mobil Relawan Damkar Ketapi, Relawan Baamang, dan PMI.
Plt Kepala DPKP Kotim Rihel mengatakan, api bermula dari bangunan ruko yang menjual BBM. ”Semuanya dalam kondisi tutup dan tidak ada orangnya, kecuali penjual BBM. Informasi dari warga, saat mengisi bensin, entah sedang merokok atau bagaimana, seketika api menyambar,” kata Rihel yang juga berada di lokasi kejadian kebakaran.
Atas kejadian kebakaran tersebut, Mirhan mengalami luka bakar derajat 1 bagian lengan kiri dan kanan, kaki kiri, punggung kiri dan perut. Anaknya, Aan (10), juga menderita luka bakar derajat 1 bagian kepala.
”Tiga orang yang jadi korban kebakaran. Dua korban dibawa ke rumah sakit dan satu korban lainnya dibawa ke Puskesmas Pasir Putih,” katanya.
Selain menyebabkan dua korban luka, kebakaran itu menelan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Selain uang ratusan juta yang hangus, barang berharga seperti sepeda motor ikut dilalap api. (hgn/sir/ign)








