Terkumpul Rp 3,5 Miliar, Masjid Baiturrahim Segera Direnovasi Berlantai Tingkat Dua

Jelajah Masjid di Kota Sampit Selama Ramadan (1)

masjid baiturrahim
SALAT TARAWIH : Jemaah saat melaksanakan salat tarawih di Masjid Baiturrahim, Sabtu (16/3/2024). (HENY/RADARSAMPIT)

Masjid Baiturrahim termasuk salah Masjid tertua di Kota Sampit. Lokasinya di Jalan Letjen Siswondo Parman. Masjid ini akan segera direnovasi menggunakan dana swadaya dari para dermawan.

HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Panggilan suara adzan isya berkumandang. Jemaah laki-laki dan perempuan mulai mengisi saf-saf untuk menunaikan ibadah salat isya dan dilanjutkan salat tarawih dan salat witir.

Selama Ramadan 1445 Hijriah, setiap malam sampai malam keenam Ramadan ini, empat barisan saf diisi jemaah laki-laki dan perempuan yang dipisahkan oleh sekat tirai kain sebagai pembatas.

Ada tiga imam yang rutin memimpin salat di Masjid Baiturrahim bernama Ustaz Bachtiar sebagai imam tetap untuk salat lima waktu, imam Ilis Sulfani dan Ustaz Syamsudin. Ketiga imam ini bergantian mengimami salat tarawih setiap dua hari sekali.

Setiap masjid menerapkan salat sunnah tarawih yang dikerjakan 11 rakaat dan adapula yang dikerjakan 23 rakaat. Umumnya, imam masjid di Kota Sampit menerapkan salat tarawih sebanyak 20 rakaat dan salat witir tiga rakaat.

masjid baiturrahim

Setiap dua rakaat salam dan ditutup dengan salat witir satu rakaat salam. Salat isya dan salat tarawih ditunaikan selama kurang lebih 1 jam.

Usai salat, tepat pukul 20.00 WIB, Radar Sampit bertemu dengan laki-laki tua yang tidak terlalu nampak tua. Meski, sebagian helai rambutnya sudah beruban, laki-laki yang diketahui berumur 70 tahun ini memiliki badan yang tegap lurus dan nampak sehat bugar.

Kopiah putih bersih membuat wajahnya nampak cerah. Ia mengenakan kemeja berwarna biru seperti kemeja pegawai Perumdam (Perusahaan Daerah Air Minum) yang dipadukan dengan sarung bercorak merah maron leres merah muda.

Langkahnya tenang menghampiri Radar Sampit yang berada dibalik tirai saf perempuan. Pria ini ternyata pengurus Yayasan Masjid Baiturrahim yang berniat memberikan sekotak makanan.

Kotakan berisi makanan memang rutin disediakan oleh Masjid Baiturrahim selama Ramadan untuk para jemaah dan musafir.

Haji Muhammad Zaini
Haji Muhammad Zaini

“Ini memang dibagikan untuk jemaah. Setiap hari selama Ramadan menyiapkan 130 porsi makanan kotakan termasuk takjil untuk berbuka puasa yang diperoleh dari sumbangan rutin para jemaah,” kata Haji Muhammad Zaini, Wakil Ketua II Pengurus Masjid Baiturrahim, Sabtu (16/3/2023).

Radar Sampit kemudian mengajaknya berbincang seputar sejarah pendirian Masjid Baiturrahim yang berada di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Sebagai tokoh pendatang asal Yogyakarta, Zaini sedikit mengisahkan riwayat karirnya sampai ia begitu mengenal seluk beluk pendirian Masjid Baiturrahim.

Zaini memasuki Provinsi Kalimantan Tengah tepatnya di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 1978 selama beberapa bulan, lalu kemudian pindah bertugas ke Palangka Raya dan masih ditahun yang sama, Zaini ditugaskan sebagai tenaga proyek tanaman kelapa atau Coconut Water Concentrate (CWC) di Desa Bapinang, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Zaini bertemu staf pegawai honor di Kecamatan Pulau Hanaut yang kini menjadi pendamping hidupnya sampai sekarang. Dari pernikahan itu, ia dikaruniai anak bernama Agus Jaka Purnama (43), Muhammad Nur Hidayat (40) dan Muhammad Nur Tri Asmara (36).

Singkat cerita, istrinya mengikuti tes CPNS tahun 1980 dan disusul Zaini di tahun 1981. Perjalanan karir paling berkesan ketika ia ditugaskan di Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Kotim dari tahun 1999 hingga pensiun ditahun 2011 dengan jabatan terakhir sebagai Penyidik PNS (PPNS) Kasubbid Penegakkan Hukum.

Pos terkait