SAMPIT, radarsampit.com – Warga Kota Sampit dihebohkan dengan tiga kebakaran yang terjadi di wilayah Kecamatan Baamang hanya dalam satu hari, Jumat (31/1). Sebanyak delapan rumah warga tak terselamatkan. Hangus diamuk si jago merah.
Insiden pertama terjadi di Jalan DI Panjaitan. Tepatnya di kawasan eks Kamar 20, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.
Rumah milik Salati yang berada di permukiman padat penduduk mendadak berkobar setelah dentuman keras terdengar dari dalam rumahnya.
Warga yang panik langsung menyelamatkan barang berharganya masing-masing, seperti kendaraan, lemari, sofa, hingga barang lainnya. Saat api berkobar, sejumlah warga sempat mendengar suara dentuman ledakan.
”Waktu itu saya lagi berada di dalam rumah. Tiba-tiba saja ada suara ledakan,” kata Rukiah, saksi sekaligus korban.
Suara keras itu rupanya berasal dari samping rumahnya. Rumah tetangganya, Salati, sedang membara dilalap api. ”Ketahuannya pas ada bau gosong. Pas kami cek, ternyata rumah tetangga kami sedang terbakar,” terangnya.
Api yang membesar dengan cepat langsung menjalar ke bangunan di sisi kanan dan kiri. Akibatnya, empat buah rumah terbakar, termasuk milik Rukiah.
Kebakaran selanjutnya terjadi tak jauh dari lokasi pertama. Empat rumah milik warga di Jalan Muchran Ali, Gang Delima Kuning, membara dilalap api.
Selain permukiman padat penduduk, lokasi yang sempit membuat petugas pemadam kesulitan menjalankan tugasnya. Akibatnya, empat rumah warga rata jadi arang.
Warga setempat menyebut, api pertama kali berasal dari rumah Kifli yang ditinggal pemiliknya bekerja.
”Pemiliknya bekerja sebagai tenaga kesehatan. Nah, api berasal dari rumah mereka kemudian menjalar ke rumah warga lainnya,” kata Wati, warga setempat.
Beberapa jam setelah kebakaran tersebut, sekitar pukul 13.30 WIB, api kembali mengamuk di kantin SDN 6 Pelangsian, Jalan Sukamaju Dusun Belanti, Desa Bangkuang Makmur Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Bangunan tersebut hangus bersama satu atap kelas sekolah yang juga terdampak. Akibat kebakaran di lokasi ini kerugian ditaksir mencapai Rp15 juta.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim Ati Maraahini mengatakan tiga kejadian kebakaran beruntun paling parah di Jalan DI Panjaitan Kamar 20. Kerugian ditaksir mencapai Rp800 juta.
Di lokasi tersebut, pihaknya menurunkan tiga mobil tangki pemadam kebakaran dan dua mobil Hilux. Lebih dari 30 personel diterjunkan dalam insiden itu.
Dibantu Relawan Ketapi 3, PMI, BPBD, Relawan Baamang Tengah, Relawan Damkar Teluk Dalam, Relawan Masjid Jami Assalam, dan Satpol PP.
“Di Kamar 20 ada empat rumah yang terbakar, yakni milik Samlan (69) yang dihuni 5 orang, rumah kedua dihuni Selati, rumah ketiga milik M Yusuf (64) dihuni 8 orang, dan rumah keempat Napi (68) dihuni 8 orang. Saat kejadian kebakaran rumah ditinggal penghuninya keluar rumah,” ujarnya.
Kejadian kebakaran kedua di Gang Delima Kuning Jalan Muchran Ali juga menghanguskan 4 bangunan rumah milik Purnamawati, Zulkifli, Deny, dan Irwansyah. Tiga rumah lainnya terdampak, yakni milik Rawan (50) yang terkena pintu depan kamar, Syahril (75) bagian dapur, Deorianto terdampak atap rumah. Kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta
”Dugaan sementara dari tiga lokasi kebakaran ini disebabkan karena faktor kelalaian manusia dan kemungkinan juga karena korsleting listrik. Ini masih diselidiki. Proses pemadaman cukup sulit karena aksesnya hanya melewati gang sempit,” katanya. (sir/hgn/ign)








