SAMPIT, radarsampit.com – Infrastruktur jalan menjadi hal penting yang dapat menjadi salah satu tolak ukur majunya daerah. Jalan yang rusak membuat mobilitas masyarakat terhambat. Perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana paling banyak diusulkan dalam musyarawah rencana pembangunan (musrenbang) di tingkat kecamatan yang masih berjalan dalam sepekan ini.
Dalam musrenbang di Kecamatan Seranau, Senin (16/1) lalu, Lurah Mentaya Seberang Reza Aji Maulana menyampaikan usulan perbaikan jalan di tujuh ruas gang yang masuk wilayah RT 5, RT 6,RT 7, RT 8, RT 9, RT 11 dan RT 12. Ketujuh ruas gang ini diusulkan karena sudah rusak bertahun-tahun.
”Usulan bervariasi ada 80-100 meter. Memang kondisinya sudah rusak, sebagian hanya semenisasi dan sebagian masih tanah uruk,” kata Reza Aji Maulana saat dikonfirmasi Radar Sampit, Kamis (19/1).
Jalan Mentaya Seberang 1 di pinggir Sungai Mentaya selebar 4 meter dan panjang 1.500 meter juga diusulkan perbaikan. Jalan Mentaya Seberang 1 ada jembatan ulin yang sudah rusak dan berlubang. Baut-bautnya juga banyak yang lepas, sehingga berisik saat dilewati kendaraan.
Jalan Mentaya Seberang menghubungkan antara RT 2 sampai RT 6. Sebelumnya, sudah pernah dilakukan perbaikan secara swadaya masyarakat. “Perbaikan hanya ditambal menggunakan papan bekas untuk menutupi lantai jembatan yang berlubang,” ujarnya.
Sementara itu, untuk jalan poros Kecamatan Seranau yang dinamakan Jalan Mufakat rencananya akan diperbaiki tahun 2023 ini. “Sesuai janji Bupati Kotim saat kunjungan ke Seranau Jumat (13/1) lalu, Pak Bupati akan memprioritaskan perbaikan Jalan Mufakat sepanjang 2 Km dengan lebar bervariasi 2-6 meter. Sekitar 800 meter sudah diaspal dan 1.200 meter lainnya masih rusak. Mudah-mudahan tahun ini perbaikan jalan dituntaskan sepanjang Jalan Mufakat,” katanya.
Lebih lanjut Reza juga mengusulkan pengadaan dan perbaikan penerangan jalan umum. Saat ini ada 39 tiang PJU yang sudah terpasang di tiga ruas Jalan Mentaya Seberang I, Mentaya Seberang II, dan Jalan Mufakat. Sebanyak 19 tiang PJU dalam kondisi mati sehingga perlu perbaikan.
Ruas Jalan Mentaya Seberang I ada 15 tiang PJU yang terpasang dan lima diantaranya tidak menyala. Sesuai kebutuhan, Jalan Mentaya Seberang I masih memerlukan 15 tiang PJU lagi untuk menerangi jalan masyarakat.
Jalan Mentaya Seberang II ada enam tiang PJU yang terpasang dan dua diantaranya tidak menyala serta perlu penambahan 12 tiang PJU. Jalan Mufakat sudah terpasang 18 tiang PJU, namun 12 tiang diantaranya tidak menyala. Jalan Mufakat masih memerlukan 25 tiang PJU lagi untuk menerangi jalan ketika malam hari.
“Usulan PJU tidak menjadi prioritas pembangunan di tahun 2024, mudah-mudahan tahun depan diusulkan lagi dengan harapan ada penambahan PJU atau setidaknya dapat dilakukan perbaikan PJU yang padam agar dapat menyala kembali,” tandasnya. (hgn/yit)








