Wujudkan Sampit Terang, Camat MB Ketapang Lakukan Ini

Pemasangan PJU
PASANG PJU: Petugas sedang memasang lampu tenaga surya.

SAMPIT, RadarSampit.com –  Kelurahan Mentawa Baru Hilir dan Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendapat program pembangunan penerangan jalan umum (PJU) tahun ini.  Jalan yang tadinya gelap di malam hari, bakal terang dengan adanya pemasangan tiang lampu menggunakan sistem tenaga surya.  PJU tersebut dibangun di 50 titik yang tersebar di  Kelurahan Sawahan sebanyak 30 titik dan Kelurahan MB Hilir 20 titik.

Lurah MB Hilir Rita Purwanto mengatakan,  lampu tenaga surya tersebut ditempatkan pada titik yang rawan kecelakaan, minim penerangan, dan rawan kriminalitas. Di antaranya di Jalan Nyai Enat, Bawi Jahawen, Langsat 2 dan 3, Manggis II, Iskandar, Bumi Ayu, Anggur II dan III, Delima 7 dan 5, Pelita, Jeruk 1, Mangga IV, Ir Juanda, DI Panjaitan, dan Ketapi 3.

Bacaan Lainnya

“Ada yang satu jalan itu dipasang 2 sampai 3 titik. Kami melihat dari lokasinya ketika malam hari apakah cukup penerangan atau tidak. Terkadang ada penerangan swadaya dari masyarakat dan ada jalan yang masih gelap tidak ada penerangan, di titik itu yang kami pasang,” kata Rita Purwanto.

Pengadaan alat hingga proses pemasangan tiang dan komponen lampu melibatkan rekanan pihak ketiga dari CV Sky Net Teknologi. Setiap tiang memiliki ketinggian 7 meter. Tiang besi yang digunakan merupakan besi kombinasi 4 inci ke 3 inci. Kemudian, besi dicor sedalam kurang lebih 50 cm, sehingga tinggi tiang dari permukaan jalan 6,5 meter.

“Proses pengecoran dilakukan dua hari sambil menunggu tiang kering, setelah itu dilanjutkan pemasangan lampu. Baru dua hari ini selesai dan sudah menyala ketika malam hari,” katanya.

Mengenai anggaran pengadaan tiang hingga komponen lampu bersumber dari dana alokasi umum (DAU). Kelurahan MB Hilir mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 120 juta. “Dana Rp 120 juta ini belum termasuk pajak, jadi bersihnya kurang lebih sekitar Rp 110 juta untuk 20 titik,” katanya.

Untuk penggunaannya sangat mudah, karena penerangan jalan umum menggunakan tenaga surya dengan sistem remote control yang bisa diatur redup terangnya. Lampu ini dapat bertahan 8-10 jam.

“Sistemnya menggunakan sumber tenaga surya matahari yang diserap dan tersimpan dalam alat, sehingga ketika malam hari lampu bisa dinyalakan menggunakan remote control dan lebih hemat listrik,” katanya.

Meski demikian, pemasangan tiang listrik tak ditempatkan di sembarang tempat. Dirinya meminta warga yang berkenan untuk memasang tiang di dalam area pekarangan rumah warga agar baterai tak  dicuri.

“Saya sudah mengimbau RTnya untuk memelihara dan merawatnya jangan sampai hilang, makanya saya minta persetujuan dari warga agar tiangnya diletakkan di dalam area pekarangan rumah warga sehingga menghindari terjadinya kehilangan atau pencurian baterai dan alat lainnya,” ujarnya.

Dirinya menargetkan kedepannya akan memasang penerangan jalan umum di Rukun Tetangga (RT) lainnya. “Total ada 73 RT dan 13 RW di MB Hilir. Yang sudah terpasang ada 20 titik di tiap masing-masing RT. Ada Ketua RT yang menanyakan kenapa ditempatnya tidak dipasang, kami mohon agar bersabar menunggu karena keterbatasan anggaran. Target saya kedepan akan mengusulkan 53 RT lagi yang dibangun bertahap, sehingga kami harapkan RT yang belum dapat jatah PJU kedepannya dapat diusulkan bertahap,” ujarnya.

Sementara itu Lurah Sawahan Tuhas mengatakan, lampu dipasang di 30 titik selama kurang lebih lima hari terakhir. Saat ini lampu juga sudah dapat berfungsi dan menyala dengan terang ketika malam hari.

“Dari total 39 RT dan 6 RT masih ada beberapa titik yang menjadi perhatian kami seperti di Jalan Sampoerna masih ada beberapa titik yang gelap saat malam hari, di Jalan Gatot Subroto, dan komplek kompi,”kata Tuhas saat ditemui Radar Sampit di Kantor Sawahan Sabtu (11/6).

Pos terkait