Radarsampit.com – Tanggal 28 April memperingati hari apa? Pertanyaan ini kerap muncul, terutama bagi masyarakat yang ingin mengetahui makna di balik setiap tanggal dalam kalender. Meski bukan termasuk hari libur nasional, 28 April ternyata menyimpan sejumlah peringatan penting, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Beragam momentum yang diperingati pada tanggal ini berkaitan dengan dunia sastra hingga isu ketenagakerjaan. Berikut ulasan lengkap mengenai peringatan yang jatuh setiap 28 April.
Hari Puisi Nasional
Di Indonesia, 28 April dikenal sebagai Hari Puisi Nasional. Peringatan ini bertepatan dengan hari wafat tokoh sastra legendaris, Chairil Anwar.
Chairil Anwar merupakan salah satu pelopor puisi modern Indonesia yang karyanya masih dikenang hingga kini. Sepanjang hidupnya, ia menghasilkan puluhan karya, mulai dari sajak asli, terjemahan, hingga prosa. Gaya penulisannya yang berani dan penuh semangat menjadi inspirasi bagi banyak generasi.
Hari Puisi Nasional sendiri digagas oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bersama kalangan sastrawan Indonesia. Tujuannya untuk menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap dunia sastra, khususnya puisi, sekaligus mengenang kontribusi besar Chairil Anwar.
Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedunia
Selain itu, tanggal ini juga diperingati secara global sebagai Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedunia atau World Day for Safety and Health at Work. Peringatan ini diinisiasi oleh International Labour Organization.
Momentum ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Tidak hanya itu, peringatan ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para pekerja yang menjadi korban kecelakaan kerja maupun penyakit akibat aktivitas kerja.
Melalui kampanye global setiap tahunnya, berbagai pihak didorong untuk terus memperbaiki standar keselamatan kerja guna mencegah risiko yang dapat membahayakan pekerja.
Hari Perkabungan Buruh Internasional
Tak hanya itu, 28 April juga diperingati sebagai Hari Perkabungan Buruh Internasional atau International Workers’ Memorial Day. Peringatan ini memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan kepada para pekerja yang meninggal dunia, mengalami cedera serius, atau sakit akibat kondisi kerja yang tidak layak.
Hari ini pertama kali dicetuskan oleh gerakan buruh di Kanada pada 1984, sebelum akhirnya diakui secara luas di berbagai negara. Peringatan ini biasanya diisi dengan berbagai kegiatan refleksi dan kampanye keselamatan kerja.
Slogan yang sering diangkat dalam momentum ini adalah “Remember the dead, fight for the living”, yang mengajak masyarakat untuk mengenang para korban sekaligus memperjuangkan kondisi kerja yang lebih baik bagi pekerja saat ini.
Meski bukan hari libur, tanggal ini memiliki makna yang cukup dalam, mulai dari penghargaan terhadap karya sastra hingga pengingat pentingnya keselamatan dan kesejahteraan pekerja di seluruh dunia.







