SAMPIT, Radarsampit.com – Sebanyak 719 titik panas atau hotspot terpantau di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Sebaran titik panas tersebut hampir merata di sejumlah kecamatan dan menjadi perhatian karena dapat mengindikasikan potensi terjadinya kebakaran.
Berdasarkan data yang diakses pada Rabu (19/8/2026) pukul 16.00 WIB, dari 719 hotspot tersebut, sebanyak 630 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, yakni 30 hingga 79 persen. Kemudian 70 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi atau minimal 80 persen, sedangkan 19 titik lainnya masuk kategori rendah.
Kecamatan Mentaya Hilir Selatan menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak. Terdapat 272 titik panas yang terdeteksi. Jumlah itu terdiri atas enam titik kategori rendah, 228 titik kategori menengah, serta 38 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Posisi berikutnya ditempati Baamang dengan 128 hotspot. Rinciannya, empat titik berada pada kategori rendah, 112 titik menengah, dan 12 titik berkategori tinggi.
Sementara itu, Mentawa Baru Ketapang mencatat 91 hotspot. Sebanyak 89 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah dan dua titik lainnya masuk kategori tinggi.
Sejumlah kecamatan lain juga menunjukkan jumlah hotspot yang cukup signifikan. Di antaranya Teluk Sampit dengan 59 titik, Kota Besi 46 titik, Mentaya Hilir Utara 41 titik, serta Seranau 19 titik.
Selanjutnya, terdapat 18 hotspot di Bukit Santuai, 15 titik di Telawang, dan 11 titik di Parenggean. Antang Kalang, Mentaya Hulu, serta Pulau Hanaut masing-masing terdeteksi lima titik.
Tumbang Manya mencatat tiga hotspot. Sedangkan Telaga Antang, Cempaga, dan Kuluk Telawang masing-masing terdapat dua titik panas.
Dari total 70 hotspot kategori kepercayaan tinggi, Mentaya Hilir Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan 38 titik. Kemudian Baamang 12 titik dan Teluk Sampit delapan titik.
Meski menjadi indikator awal potensi kebakaran, hotspot tetap perlu diverifikasi langsung di lapangan. Sebab, tidak seluruh titik panas yang terdeteksi satelit dipastikan merupakan peristiwa kebakaran.







