Aksi Pencurian Resahkan Petani di Jalan Pangkalan Bun – Kolam

maling
MERESAHKAN: Kondisi pondok pekebun kelapa sawit di kilometer 10, Jalan Ahmad Shaleh yang atapnya hilang di curi, Jumat (24/5/2024).

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Sejumlah petani di Jalan Ahmad Shaleh, ruas Jalan Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama (Kolam),  diresahkan dengan sejumlah tindak kriminalitas.

Setelah diresahkan dengan aksi ninja buah kelapa sawit, keresahan petani kelapa sawit setempat bertambah dengan ulah jahil pencuri atap pondok,  baik seng maupun Galvalum di lokasi kebun kelapa sawit warga.

Bacaan Lainnya

Salah satunya menimpa seorang petani dikilometer 10 Jalan Ahmad Shaleh atas nama Anjar. Dirinya  hanya bisa tertunduk lesu ketika mengetahui atap pondok yang dibangunnya  permanen terlihat bolong.

“Selepas Jumatan saya ke kebun, dan ketika masuk pondok melihat ke atas sudah bolong, ternyata atap seng sudah hilang,” keluhnya, Jumat (24/5/2024).

Anjar mengaku tidak mengetahui siapa pelaku pencurian yang mengambil atap pondoknya, dugaannya atap pondoknya dicuri pada malam hari, ketika ruas jalan tersebut sedang sepi.Menurutnya saat dihitung, jumlah seng yang hilang mencapai 11 lembar atau separuh dari atap yang terpasang di pondoknya.

Baca Juga :  Meriahnya Pawai Tanglong Sambut 1 Muharram di Pangkalan Bun

“Kebun saya menyendiri, memang nggak ada tetangga tetapi di tepi jalan raya  yang ramai setiap malam. Mudah-mudahan pihak kepolisian dapat mengungkap para pelaku,” harapnya.

Sementara itu, salah satu pemilik kebun kelapa sawit di Jalan Kolam atas nama Gugun mengungkapkan, beberapa waktu lalu kawannya yang juga mempunyai kebun di jalan lintas provinsi itu harus gigit jari. Hal itu lantaran ketika akan buah kelapa sawit yang sudah siap panen, ternyata hilang.

Ia menduga, pelaku menggunakan perahu saat beraksi dan melalui jalur Sungai Arut untuk mengangkut buah curiannya. “Kalau lewat darat nggak mungkin, kebun kami kebetulan ada parit besar yang ujungnya bermuara di Sungai Arut,” tandas Gugun. (tyo/gus)



Pos terkait