SAMPIT, radarsampit.com – Para kaum perempuan yang tergabung di Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar berbagai lomba seru yang mengundang gelak tawa. Lomba itu digelar dalam rangka menyemarakan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 tahun yang jatuh pada 17 Agustus 2022.
Ada kurang lebih 50an kaum perempuan yang mengikuti lomba makan kerupuk, lomba balap kelereng, lomba kartu domino, lomba bola perempuan, lomba karung, lomba menari tabelo dan lomba karoke yang akan diadakaan di Happy Puppy pada Kamis (18/8) nanti.
Kegiatan itu digelar dikediaman halaman rumah Ririn Rosyana selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPLIPI Kotim Jalan Kapten Mulyono. Mulai pukul 13.30 WIB, para ibu-ibu dari latar belakang belakang berbagai profesi berkumpul mengikuti lomba.
Lomba makan kerupuk diikuti 15 peserta. Kecepatan memakan kerupuk, kegesitan gigitan dan tarikan menjadi penentu juara. Siti Hatifah memenangkan juara 1, juara 2 dimenangkan Desy Ayu Lestari, dan juara 3 dimenangkan Marlina.
Adapula lomba balap kelereng yang diikuti 15 peserta. Kelereng diletakkan dipermukaan cekungan sendok dan diapit dimulut. Peserta diminta membawa kelereng berjalan secepat mungkin menuju garis finish dan kelereng yang dibawa tidak boleh terjatuh. Kali ini pemenang juara 1 lomba balap kelereng dimenangkan oleh Anita Fauziah, juara 2 Murni, juara 2 Siti Nursyiah dan juara harapan 1 diraih Marlina.
Selain lomba makan kerupuk dan balap kelereng,ada lomba joget asik yang diikuti 30an peserta. Penilaian ditentukan berdasarkan goyangan yang paling oke dan menarik. Marlina lagi-lagi meraih juara 1, Lastri juara 2 dan Sinah Yosep meraih juara 3.
Lomba berikutnya yang digelar PPLIPI Sampit yaitu lomba domino. Pesertanya berjumlah 20an orang. Juara 1 dimenangkan oleh Juniah Fitri, juara 2 dimenangkan Ririn Rosyana dan juara 3 dimenangkan Saidah dan juara harapan 1 dimenangkan oleh Zulfah.
Semakin sore perlombaan semakin seru. Dengan kostum daster, ibu-ibu mengikuti lomba sepak bola khusus perempuan. Perlombaan itu begitu seru, sebagai seorang ibu-ibu yang berusia diatas 40tahun, aktivitas menendang bola menjadi sesuatu yang cukup sulit dilakukan.
Bola yang seharusnya ditendang, ditangkap oleh penjaga gawang. Dilempar ke pemain layaknya bermain voli. Semua berusaha mengejar bola berwarna biru yang menjadi incaran. Sambil bercanda ibu-ibu saling tarik menarik tangan demi bisa mengendalikan bola dan menggiringnya ke gawang lawan yang hanya dibatasi oleh dua kursi. Sederhana, namun asik.
Ketika bola berhasil dikuasai grup ziarah, teriakan suporter semakin nyaring menambah ramai suasana pada Senin (15/8) sore kemarin. Dengan segala upaya dan tenaga seadanya, pemain dari grup ziarah berhasil mencetak gol kegawang lawan. Peluh keringat terus mengalir dari pori-pori kulit, semua mengucur membasahi anggota tubuh pemain.
“Usia kami ini rata-rata 40 tahun keatas, main bola itu dibawa seru aja, enggak usah main secara prefesional, yang penting bisa memasukan bola ke gawang lawan. Urusan sikut menyikut, tarik menarik tangan itu bawa senang aja, itulah serunya bermain bola dengan para perempuan,” ucap pemain.
Pertandingan sepak bola perempuan berakhir sore itu dan akan dilanjutkan babak final Selasa (16/8) hari ini untuk menentukan siapa pemenangnya.
“Sepak bola dilanjutkan besok, ibu-ibu sudah kewalahan, badannya kelelahan,” ucap Juniah Fitri, Koordinator Bidang Olahraga Anggota PPLIPI Kotim.
Sesuai rencana, Selasa (16/8) pukul 13.30 WIB, para kaum perempuan yang tergabung di PPLIPI Kotim akan melanjutkan perlombaan. “Besok (hari ini,Red) lanjut lomba balap karung, lomba menari tabelo dan lomba karoke di Happy Puppy sehari setelah 17an,” ujarnya.








