SAMPIT, radarsampit.com – Bumitama Gunajaya Agro (BGA) di wilayah Cempaga Hulu, menggelar silaturahmi dengan masyarakat sekitar serta tokoh pendiri BGA, Sabtu (9/9).Silaturahmi masyarakat dan BGA grup membangun kebersaman di Bumi Tambun Bungai ini, mengundang tokoh masyarakat seperti mantan Bupati Kotim Wahyudi K Anwar, mantan camat Cempaga Hulu Sugianoor, Sukarnedi hingga para camat saat ini Ubaidilah dan Camat Cempaga Ady Chandra serta kepala desa dan pengurus koperasi mitra BGA.
Direktur CA dan Partnership Priyanto Puji Sulistiyo mengatakan, sejak berdirinya PT BGA di wilayah itu, berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Memperkuat komitmen itu, PT BGA pun kerap kali melakukan silaturahmi dengan masyarakat. Dalam menjalankan usaha perkebunan yang berorientasi pada jangka panjang, pihaknya berfokus pada investasi yang membutuhkan waktu sekitar 3-4 tahun, untuk mulai menghasilkan laba yang dapat mengembalikan modal.

“Selain itu, kami tidak hanya memenuhi kewajiban skema plasma yang telah diatur oleh pemerintah, kami bahkan telah melebihi target ini dengan kontribusi mencapai lebih dari 29persen,” katanya.
Disebutkannya pula, hasil dari skema plasma, di luar dari inisiatif CSR, saat ini telah mencapai jumlah sebesar Rp4,2 triliun, Diantaranya untuk wilayah Pundu sudah mencapai Rp 1,2 Triliun yang sudah tersalurkan.
“Kami juga memiliki program Bumitama Berdaya (beri dukungan dan upaya), yang bertujuan memberikan dukungan dan upaya bagi pertumbuhan bersama masyarakat. Dengan program unggulan kami KOLEGA (Komunitas Lingkungan Eksternal BGA) yang berfokus pada upaya kesejahteraan masyarakat sekitar dari segi ekonomi,” ujar Priyanto.
“Kami tidak hanya mencari keuntungan semata, tetapi juga berkomitmen untuk mewujudkan pertemuan yang berarti dengan masyarakat. Inilah yang menjadikan kegiatan FORSIMAS sebagai cerminan dari komitmen kami untuk tumbuh bersama masyarakat. Menjalin tali silaturahmi yang erat dan berdialog dengan para tokoh penting yang telah berperan dalam merintis perkebunan ini sejak awal,”paparnya lagi.
Sementara itu mantan Camat Cempaga Sugianoor menyebutkan, dengan adanya kegiatan silaturahmi itu bisa menjadi wadah komunikasi pemecahan masalah dan aspirasi masyarakat bisa didengar dengan baik oleh manajemen PT BGA. Dirinya pun mendorong kegiatan itu bisa dilaksanakan secara terjadwal dan berkelanjutan.
“Saya tahu persis soal plasma di BGA ini bisa jadi contoh, karena sejak 2004 saya yang ikut dalam penanaman perdana. Saya bersyukur kebun BGA ini sungguh luar biasa perkembangannya di wilayah ini. 29 persen plasma sudah terealisasi, dan ini bisa jadi contoh,” ungkapnya.
Senada diungkapkan Camat Cempaga Hulu Ubaidilah. Ikatan dan harmonisasi antara BGA dan masyarakat memang sebuah keharusan. Salah satu dampak positif yakni akses darat antar desa terkoneksi, tembus antardesa. Menurutnya, riak permasalahan yang selama ini terjadi di wilayah tersebut dengan perusahaan, merupakan hal yang wajar.
Dirinya menilai, kegiatan silaturahmi itu menjadi solusi untuk perusahaan dan masyarakat sehingga setiap masalah bisa terselesaikan dengan baik. “Forum silaturahmi ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan hal ini saya akan upayakan bagaimana bisa dilaksanakan seluruh perusahaan perkebunan di daerah ini. Dan ini bisa jadi pintu komunikasi yang bisa menyelesaikan masalah,”pungkasnya. (ang/soc)








