SAMPIT, radarsampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengapresiasi pelajar yang telah mengikuti pertandingan Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Popprov) dan Pra Popnas Wilayah III Kalimantan Selatan. Bupati Kotim Halikinnor memberikan bonus pada pelajar berprestasi yang berhasil membawa pulang medali mengharumkan nama daerah.
”Saya merasa bangga karena banyak pelajar Kotim yang berbakat di bidang olahraga berhasil menorehkan prestasi dalam Popprov dan Popnas zona III Kalsel,” kata Halikinnor, Sabtu (10/12) lalu.
Halikinnor mengatakan, pemberian bonus yang diberikan merupakan bentuk perhatian dan keseriusan Pemkab kotim menghargai jerih payah dan prestasi atlet, khususnya yang telah menyumbang medali.
”Saya berpesan, tetap jaga kesehatan, latih fisik karena atlet pelajar di Kotim nantinya akan mengikuti persiapan Popnas di Sumatera Selatan tahun 2023,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotim Wim Reinardt Kalawa Benung mengatakan, Popprov Kalteng telah dilaksanakan pada 27 Juni-3 Juli 2022 di Kota Palangka Raya. Sementara Pra Popnas Wilayah III Kalimantan Selatan dilaksanakan di Banjarmasin dan Banjarbaru.
Sebanyak 12 cabor dan 1 ekshibisi dipertandingkan dalam Popprov Kalteng 2022, yaitu atletik, bola basket, bola voli, bulu tangkis, karate, sepak takraw, sepak bola, pencak silat, panjat tebing, taekwondo, tenis meja, tenis lapangan, dan ekshibisi balap sepeda.
Wim melanjutkan, untuk Prapopnas di Kalsel ada delapan cabor yang dipertandingkan, yaitu voli, basket, bulu tangkis, pencak silat, tenis lapangan, tinju, sepak bola, dan sepak takraw. Kotim hanya mengirim perwakilan cabor basket, bulu tangkis, pencak silat, tenis lapangan, dan sepak bola. Hanya pencak silat dan tinju yang menyumbangkan medali. Enam cabor gugur pada babak penyisihan.
Pada Popprov Kalteng, Kotim menduduki peringkat keempat dengan mengirimkan 139 peserta yang terdiri dari 97 atlet, 19 pelatih, 13 official, dan 10 manager, sementara Prapopnas mengirimkan 27 atlet dan 3 pelatih.
”Di Popprov Kalteng, Kotim meraih 11 medali emas, 16 medali perak, dan 14 medali perunggu, serta 1 medali emas dari cabang olahragaa ekshibisi, yaitu balap sepeda,” kata Wim.
Menurut Wim, masih banyak yang perlu menjadi bahan evaluasi, di antaranya pembinaan yang belum maksimal, keterbatasan dana sehingga jumlah atlet yang bertanding dibatasi, dan cabor yang dipertandingkan tidak semua unggulan.
”Ada beberapa kendala yang dihadapi Kotim, semoga ini menjadi bahan evaluasi agar pembinaan dari cabor melalui KONI dapat diperkuat kembali, sehingga atlet dari Kotim semakin siap bertanding dan menorehkan prestasi dengan menyumbangkan medali lebih banyak lagi,” katanya.
Terkait pemberian bonus, Wim mengatakan, dananya bersumber dari APBD Kotim. Bonus diberikan kepada peserta dengan masing-masing mendapatkan Rp300 ribu.
Peraih medali emas per orangan mendapatkan Rp1,5 juta, medali emas beregu Rp750 ribu, medali perak per orangan Rp1.250.000, medali perak beregu Rp625 ribu, medali perunggu perorangan Rp1 juta, medali perunggu beregu Rp500 ribu, dan peserta Prapopnas Wilayah III Kalsel mendapatkan bonus Rp400 ribu. (hgn/ign)








