SAMPIT – Tepat pada momentum HUT ke-76 Republik Indonesia (RI), Selasa (17/8), kemarin, Radar Sampit bersama tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas wilayah Ketapang, membagikan paket bingkisan makanan siap saji dan buah segar untuk warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.
Direktur Radar Sampit Siti Fauziah mengatakan, HUT RI tahun ini dan tahun lalu sedikit berbeda. Biasanya, setiap tahun Radar Sampit selalu menyambut hari kemerdekaan dengan semarak, seperti perlombaan di jajaran karyawan Radar Sampit hingga jalan sehat atau gowes kemerdekaan dengan jumlah massa yang besar.
”Tahun ini situasi masih pandemi. Kami belum bisa mengadakan lomba maupun kegiatan yang mengundang dan melibatkan banyak orang. Radar Sampit memilih mengadakan kegiatan sosial dengan membagi paket makanan siap saji, ditambah buah segar untuk warga yang menjalani isoman,” kata Fauziah.
Ada 60 paket bingkisan yang diberikan pada warga yang menjalani isoman. Bantuan diantar langsung ke rumah warga. Untuk mempercepat penyaluran, ada dua tim yang bergerak, yakni Tim Puskesmas Ketapang I dan Puskesmas Ketapang II. Masing-masing tim membagikan 30 paket.
Kegiatan tersebut berjalan lancar berkat dukungan Dinkes Kotim melalui Puskesmas Ketapang I dan II. Bantuan yang diberikan tepat sasaran dan diterima warga yang benar-benar membutuhkan.
Fauziah menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kepala Puskesmas Ketapang I dan II beserta sejumlah dokter, perawat, serta perwakilan dari Satgas Covid-19 Kelurahan Ketapang yang ikut membantu dari awal hingga selesai kegiatan.
”Saya ucapkan apresiasi setinggi-tingginya pada Kepala Dinkes Kotim yang mengarahkan agar kegiatan sosial yang diadakan Radar Sampit didampingi puskesmas. Dari pagi hingga selesai, Kepala Puskesmas Ketapang I dan II beserta dokter, perawat, mendampingi pembagian paket bingkisan sampai selesai,” katanya.
”Selain membagikan makanan, tenaga kesehatan puskesmas sekaligus memantau kondisi kesehatan warga yang isoman,” tambahnya.
Fauziah berharap kegiatan sosial yang diadakan Radar Sampit bermanfaat bagi warga yang menjalani isoman. ”Mungkin dilihat dari nilainya tidak banyak membantu, karena isoman itu minimal sepuluh hari dan kami hanya turun sehari. Tetapi, kami sudah menunjukkan dukungan dan semangat kepada warga yang menjalani isoman agar fokus pada kesembuhan,” ujarnya.
Pantauan Radar Sampit, tak semua warga isoman mampu secara ekonomi. Bahkan, ada yang harus meninggalkan pekerjaan dan mengurus semuanya sendirian. ”Ada yang kemungkinan diberhentikan karena harus menjalani isoman. Ada yang terpaksa keluar mencari kebutuhan makan sehari-harinya sendiri. Ada yang isoman sendiri tanpa keluarga dan tidak bisa berinteraksi dengan orang selama masa isoman,” ujarnya.
Fauziah berharap kegiatan itu bisa memotivasi orang lain, swasta, termasuk pemerintah agar lebih memperhatikan konsumsi serta kesehatan warga isoman. ”Paling tidak sampai masa isomannya selesai,” ujarnya.
Kepala Puskesmas Ketapang II Setyo Purwanto menyambut baik kegiatan sosial yang diadakan Radar Sampit. Dia mengaku senang bisa menemani Radar Sampit sekaligus memantau kondisi kesehatan warga isoman.
Pemantauan warga isoman merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap puskesmas untuk mencegah penyebaran Covid-19. ”Sejak ada warga yang dinyatakan positif Covid-19 dalam keadaan OTG (orang tanpa gejala) maupun gejala ringan, warga diharapkan melapor agar memudahkan kami melakukan pemeriksaan tes (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) secara berkala,” ujarnya.







