Dapat Tambahan Rp 370 Juta, Renovasi Pasar Rakyat Mentaya Hampir Rampung

pasar rakyat mentaya sampit
SEGERA RAMPUNG: Renovasi bangunan Pasar Rakyat Mentaya di Jalan Jenderal Ahmad Yani yang sempat molor selama berbulan-bulan kembali dilanjutkan.

SAMPIT, radarsampit.com – Renovasi bangunan Pasar Rakyat Mentaya  di Jalan Jenderal Ahmad Yani yang sempat molor selama berbulan-bulan kembali dilanjutkan. Ditargetkan renovasi selesai bulan depan. Pasar tersebut awalnya  diperuntukkan untuk pedagang ikan, namun kini akan difungsikan sebagai swalayan UMKM.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Zulhaidir menjelaskan, pekerjaan sempat terhenti karena kurangnya anggaran. Anggaran awal Rp 200 juta yang disediakan hanya cukup untuk  pembongkaran lapak dan pengecoran lantai. Pemasangan keramik pun  tak selesai.

Bacaan Lainnya

”Saya perkirakan April 2022 itu pekerjaan beres, ternyata anggarannya tidak cukup. Setelah itu saya sampaikan ke Pak Bupati Kotim berapa kekurangannya dan akhirnya dapat terpenuhi, kita dapat tambahan anggaran Rp 370 juta untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat terhenti,” kata Zulhaidir, Selasa (23/8).

Kendati demikian, lamanya proses lelang hingga dua bulan membuat proyek tak langsung dikerjakan. “Karena, nilai pekerjaan lebih dari Rp 200 juta maka harus melalui proses lelang. Pekerjaan dapat dilanjutkan lagi Juli sampai sekarang masih mengerjakan teras depan,” katanya.

Kini pemasangan keramik di area dalam bangunan sudah selesai dikerjakan. Kemudian dilanjutkan pekerjaan pengecoran teras luar dan pembongkaran pagar samping (arah depan kantor KNPI Kotim), serta pemasangan kenopi.

“Pemasangan keramik sudah selesai, pekerjaan di dalam tinggal pemasangan sekat partisi, setelah selesai semua, baru kita masukkan rak susunnya. Sudah disiapkan 40 rak. Sekarang yang sedang dikerjakan pengecoran teras di depan samping, karena nanti pintu masuk utamanya dari situ. Mudah-mudahan September bulan depan pekerjaan selesai dan dapat segera diresmikan Pak Bupati,” katanya.

Sebelumnya, di ruang bangunan Pasar Rakyat Mentaya tersedia 197 lapak dan 17 kios yang sudah dibangun tahun 2017 menggunakan dana APBN sebesar Rp 5,8 miliar. Dalam prosesnya bangunan tersebut kemudian dihibahkan ke Pemkab Kotim.

Tak difungsikannya bangunan itu disebabkan karena adanya penolakan dari berbagai pihak apabila bangunan tersebut difungsikan sebagai pasar ikan. Selain itu, bangunan pasar ikan itu berjarak cukup dekat dengan Pasar Kramat dan Pasar Ikan Mentaya (PIM) di area Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) yang membuat bangunan Pasar Rakyat Mentaya dinilai kurang efektif.

Dikarenakan fungsi bangunan tidak memungkinkan dijadikan pasar ikan, Pemkab Kotim mengalihfungsikan bangunan dengan merombaknya menjadi Swalayan UMKM yang tidak hanya menjual aneka produk UMKM, tetapi adapula aneka sayur segar dari petani lokal dan ikan basah yang dikemas secara hyginis. (hgn/yit)

Pos terkait