Di Lamandau Stok Elpiji Melimpah, Tapi Harga Tetap Naik

stok elpiji harga naik
ELPIJI: Pasokan gas elpiji untuk kebutuhan masyarakat Lamandau masih mencukupi. Pembelian justru berkurang karena ada kenaikan harga untuk elpiji non subsidi. (RIA MEKAR/RADAR SAMPIT)

NANGA BULIK – Stok gas elpiji di Kota Nanga Bulik mencukupi. Kondisi itu lebih baik bila dibandingkan di daerah lain yang mengalami kekurangan pasokan.

Pantauan dibeberapa pangkalan, mereka mengaku mendapat pasokan yang cukup. Bahkan ada yang mendapat lebih. Hanya saja harga untuk gas ukuran 5 kg dan 13 kg mengalami kenaikan.

“Lancar aja, pasokan aman. Untuk bulan puasa ini alokasinya ditambah sama pertamina, karena dinilai permintaan kemungkinan meningkat. Semua agen biasanya dapat alokasi tambahan istilahnya fakultatif,” ucap Kia salah satu pemilik pangkalan gas elpiji.

Hal senada juga disampaikan oleh Tinus, menurutnya saat ini pasokan gas masih lancar, tidak terjadi kelangkaan. Justru pembelinya yang kurang setelah harga non subsidi mengalami kenaikan.

Dari hasil survei harga, gas elpiji kemasan 3 kg di pangkalan masih dikisaran Rp 25-28 ribu. Sedangkan di warung-warung kecil eceran harganya dikisaran Rp 30-35 ribu.

Sedangkan untuk tabung 5 kg mengalami kenaikan harga, bila sebelumnya bisa dibeli dengan harga Rp 80 ribu, kini naik menjadi Rp 100 ribu, bahkan sekarang harganya naik lagi menjadi Rp 105-110 ribu per tabung.

Baca Juga :  Hulu Sungai Arut Meluap, Satu Kelurahan Tiga Desa Tergenang

Sementara untuk gas elpiji tabung 12 kg jika dulu hanya seharga Rp 170 ribu, kini meningkat drastis menjadi Rp 205 -210 ribu di pangkalan dan di warung eceran harganya mulai dari Rp 215 ribu per tabung.

“Sekarang harga lebih stabil dan pasokan banyak, mungkin karena jumlah pangkalan saat ini sudah ditambah menjadi lebih banyak. Kalau beberapa tahun lalu, dalam Kota Nanga Bulik hanya ada tiga pangkalan dan pasokannya sering terlambat,” katanya. (mex/sla)

 

 

Pos terkait