PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya menjadi mitra Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah untuk mengadakan Diseminasi dan Pengujian Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka bagi pemangku kepentingan bidang pendidikan se-Kota Palangka Raya. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kadis Pendidikan Kota Jayani melalui Sekretaris Dinas Aprae Vico Ranan, Kamis (4/5).
Aprae Vico Ranan mengatakan, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya sebagai mitra kerja dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah mendukung kegiatan yang diikuti 25 tersebut.
“Melaksanakan Diseminasi dan Pengujian Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka Bagi Pemangku Kepentingan Bidang Pendidikan se-Kota Palangka Raya. Ini langkah dari pemkot dan wali kota untuk terus meningkatkan kualitas Pendidikan di Kota palangka Raya. Apalagi Palangka Raya menjadi contoh dari kabupaten lain, artinya pendidikan harus terus lebih meningkat,” ujarnya.
UKBI merupakan tes standar untuk mengetahui kemahiran berbahasa penutur bahasa Indonesia. Sebagai bahasa yang memiliki bahasa modern yang multifungsi dan memiliki jumlah penutur yang besar, bangsa Indonesia memang harus memiliki sarana evaluasi mutu penggunaan Bahasa Indonesia.
“Tanpa menafikan peran wahana lain. UKBI memiliki fungsi yang amat strategis, tidak hanya untuk meningkatkan kualitas Bahasa Indonesia serta penggunaan dan pengajarannya di dalam dan luar negeri, tetapi juga untuk memupuk sikap positif dan rasa bangga masyarakat Indonesia terhadap bahasanya,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan ini bisa membawa manfaat untuk meningkatkan kualitas berbahasa Indonesia baik pendidik maupun peserta didik di Kota Palangka Raya. Peserta dalam kegiatan ini harus berpartisipasi dalam kebermanfaatan UKBI adaptif Merdeka.
“Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya sebagai mitra kerja akan terus mendukung program kerja Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, salah satunya adalah kegiatan UKBI adaptif merdeka di Kota Palangka Raya. Disdik meyakini ini berdampak baik bagi dunia pendidikan di Kota Palangka Raya,” tegasnya lagi.
Aprae Vico Ranan menyampaikan, langkah ini sebagai wujud komitmen penguatan dan pemajuan kebahasaan dan kesastraan. “Tak hanya dalam pengembangan berbagai materi kodifikasi kebahasaan dan kesastraan, seperti tata bahasa dan ejaan, tetapi juga terkait dengan pengembangan instrumen untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia melalui UKBI Adaptif Merdeka,” tuturnya.
Ia menambahkan, kemahiran berbahasa adalah salah satu modal utama dalam peningkatan kemampuan literasi anak-anak Indonesia yang sekarang kita lakukan dengan gerakan Merdeka Belajar.
Pemahaman yang baik akan kaidah tata bahasa serta kecakapan dalam menggunakan bahasa Indonesia menjadi kunci untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami informasi, menyerap ilmu pengetahuan, dan menyampaikan gagasan.
“Saya ingin mengimbau untuk mengoptimalkan manfaat dari UKBI Adaptif Merdeka. Kita semua perlu mengukur sejauh mana kecakapan kita dalam menggunakan bahasa Indonesia, yang hasilnya kemudian dapat menjadi rujukan kita untuk memetakan dan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Akhirnya dapat lebih menguatkan kedudukan bahasa Indonesia secara nasional dan meningkatkan martabat bahasa Indonesia di dunia internasional,” pungkas Aprae Vico Ranan. (daq/yit)








