Dispar Kobar Gelar Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner 

dinas pariwisata
Pj Bupati Kobar, Budi Santosa usai pengalungan tanda peserta pada acara pembukaan pelatihan peningkatan inovasi dan higienitas sajian Kuliner pada Sabtu (22/6/2024)
PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kotawaringin Barat menggelar pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner untuk pengelola destinasi wisata dan pengusaha kuliner selama empat hari sejak Sabtu 22 Juni hingga 25 Juni 2024.
Plt Kepala Dispar Kabupaten Kobar, Edie Faganti mengatakan kegiatan tersebut untuk menambah kemampuan usaha kuliner dalam berinovasi serta agar lebih memiliki nilai jual.
Kegiatan ini Dispar menghadirkan narasumber dari akademisi penyajian kuliner dan akademisi higienitas kuliner serta praktisi kuliner dan cheff dari Brits Hotel Pangkalan Bun.
“Peserta ada 40 orang, harapan kita melalui kegiatan ini para pengusaha kuliner bisa lebih berinovasi sehingga bisa semakin menarik para wisatawan untuk berkunjung dan merasa nyaman di Kobar,” kata Edie Faganti.
Menurutnya di era pandemi atau tahun 2022 sesuai data statistik, menunjukkan bahwa peredaran uang mencapai Rp 95 Miliar.
Padahal hal itu di masa pandemi yang baru mau bangkit dari keterputukan cobid 19. Melalui data ini ia menegaskan bahwa Pariwisata memiliki kontribusi besar bagi Kabupaten Kobar.
“Itu baru dimasa pandemi, maka sudah dapat dipastikan bahwa sektor pariwisata ini memiliki peran besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kobar.
Penjabat Bupati Kobar, Budi Santosa saat membuka kegiatan ini mengatakan, bahwa kegiatan ini sangat bagus untuk meningkatkan kunjungan wisata di Kobar.
Karena menurut Budi, pariwisata membutuhkan kreatifitas. Ia juga berharap di Kobar agar lebih di kembangkan lagi seperti Coto Manggala yang menjadi ciri khas Kobar harus lebih kontinyu dan selalu tersedia sehingga bisa menjadi rujukan para wisatawan.
“Selama ini, Coto Manggala menjadi ikon kuliner Kobar, tetapi faktanya masih sulit ditemui makanan yang berbahan dasar singkong ini, makanya perlu adanya inovasi dan mampu menciptakan hal-hal yang menarik dan menjadi ciri khas supaya selalu diingat para wisatawan,” ungkap Budi. (sam/sla)


Baca Juga :  Pelajar Lamandau Dapat Seragam Batik Gratis

Pos terkait