SAMPIT, radarsampit.com – Dorongan terhadap sejumlah elite politik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk ikut bertarung memperebutkan kursi Gubernur-Wakil Gubernur Kalteng kian kuat. Sejumlah figur dinilai layak dan bisa bersaing.
”Supian Hadi atau Halikinnor sudah punya basis suara di Kotim. Tentunya secara kedekatan emosional dan politik, saya berkeyakinan pemilih lebih memilih kedua nama itu untuk kancah pilgub nanti. Jadi, apa yang dipikirkan lagi?” kata pengamat politik dan praktisi hukum di Kotim Agung Adisetiyono, Senin (15/4/2024).
Agung menuturkan, sejauh ini nama yang mencuat untuk bisa diajukan bertarung di level Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng adalah Supian Hadi dab Halikinnor. Keduanya dinilai memiliki modal basis suara yang besar di Kotim. Apalagi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kotim pada Pemilu lalu mencapai 300 ribu lebih, jauh lebih besar dibanding kabupaten lainnya.
Berdasar data KPU Kalteng, DPT Kotim tercatat sebanyak 303.608 pemilih. Kemudian, Kotawaringin Barat (Kobar) 200.520 pemilih, Kapuas 297.976 pemilih, Barito Selatan (Barsel) 98.976 pemilih, Katingan 124.384 pemilih, Seruyan 108.397 pemilih, Sukamara 44.463 pemilih.
Kemudian, Lamandau 75.387 pemilih, Gunung Mas (Gumas) 90.918 pemilih, Pulang Pisau (Pulpis) 101.189 pemilih, Murung Raya (Mura) 82.683 pemilih, Barito Timur (Bartim) 81.100 pemilih, dan Kota Palangka Raya sebanyak 211.423 pemilih.
Menurut Agung, setidaknya sepertiga pemilih di Kotim akan cenderung mengarahkan pemilihnya kepada orang yang mereka kenal. Selama ini Kotim dinilai hanya sekadar menjadi penyumbang suara untuk calon dari daerah lain. Akibatnya, banyak pembangunan yang harusnya dibiayai dari dana pemerintah provinsi terabaikan.
”Baru beberapa tahun terakhir ini kalau tidak salah dana masuk dari provinsi mencapai ratusan miliar untuk Kotim dan ini kita patut berterima kasih kepada Gubernur Kalteng saat ini yang sudah mengalokasikan anggaran tersebut,” katanya.
Nama Supian Hadi dan Halikinnor belakangan ini memang gencar diisukan maju di Pilgub Kalteng. Supian Hadi kabarnya melakukan gerilya politik dengan sejumlah petinggi parpol. Supian disebut-sebut akan diusung PDIP pada Pilgub Kalteng.
Politikus senior di Kotim, Supriadi, sebelumnya mendorong ada tokoh dari Kotim yang ikut bertarung dalam Pilkada Kalteng. Menurutnya, selama pemilu, Kotim hanya sekadar partisipan politik. Pemilih menyumbang suara untuk wakil dari kabupaten lain.
Dia menilai, masyarakat Kotim masih belum memiliki pemandangan yang sama untuk kompak membangun daerah dengan mengirimkan wakilnya di level daerah hingga nasional.
”Padahal, dengan mendapatkan otoritas, kita dapat mengambil kebijakan, yang mana kebijakan tersebut dapat menentukan pembangunan strategis ataupun prioritas lainnya. Bukan hanya pembangunan berbasis kewilayahan atau kedaerahan,” jelasnya.
Dampak dari pilihan politik itu ke depannya, lanjut Supriadi, tidak menutup kemungkinan Kotim bisa tertinggal dibandingkan kabupaten lainnya di Kalteng. Pada saat ini pun sudah mulai terlihat, seperti halnya di bidang transportasi udara, kalah jauh dibandingkan kabupaten tetangga, Kotawaringin Barat.
”Itu salah satu contoh. Kenapa Kobar ini bisa? Karena orang Kobar punya banyak putra daerahnya duduk di berbagai lini yang memiliki pengaruh untuk pembangunan di daerahnya,” ujarnya. (ang/ign)







