Galian C Mulai Beroperasi Lagi, Sopir Angkutan Material Masih Waswas soal Ini

Setelah sebulan tak bekerja akhirnya para sopir pengangkut material bahan bangunan khususnya tanah uruk dan pasir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali bekerja
MENGADU: Sejumlah sopir tanah uruk dan pasir bangunan mengadu ke DPRD Kotim karena dua pekan menganggur, Senin (22/11) lalu. (RADO/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Setelah sebulan tak bekerja, akhirnya para sopir pengangkut material bahan bangunan khususnya tanah uruk dan pasir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali bekerja.  Sebelumnya, aktivitas di lokasi galian C ditertibkan aparat kepolisian.

“Selama sebulan lebih jadi pengangguran tidak jelas, dari Kamis (16/12) sampai sekarang sudah bisa kembali bekerja mengangkut pasir,” kata Sumarno, Sopir pengangkut pasir yang tergabung sebagai anggota Persatuan Sopir (Persop) Kotim, Sabtu (18/12).

Bacaan Lainnya

Sumarno tak mengetahui apakah lokasi galian C di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer  14 tempat biasa para sopir mengambil pasir sudah memenuhi izin atau belum. “Kami tidak tahu, itu sudah dapat rekomendasi izin atau tidak. Kalau ada lokasi galian C yang buka, ya kita beli. Urusan legal atau ilegal itu kami belum tahu,” katanya.

Dirinya mengaku hanya ingin memenuhi kebutuhan hidupnya. Jika terus-terusan tak bekerja, dia tak ingin keluarganya kelaparan dan segala urusan hidupnya terbengkalai.

Baca Juga :  Pencabutan Izin Sektor Kehutanan Jadi Bencana Investasi, Hal Buruk Ini Bisa Terjadi

“Para sopir ini maunya ya membeli pasir di tempat yang legal. Tetapi, masa kami tega bertanya, apakah itu lokasinya legal atau belum. Bagi kami yang terpenting, mereka sudah beroperasi kembali, kami bisa bekerja, saya bisa menghidupi keluarga, tagihan kredit rumah, listrik dan lain-lain bisa dibayar,” katanya.

Kendati demikian, ada kekhawatiran dari Sumarno dan para sopir lainnya. Dia berharap Pemkab Kotim mau membantu para pengusaha galian C yang masih ilegal agar dibantu dalam mengurus izin galian C.

“Kami sebenarnya bekerja ya khawatir juga, tetapi mau bagaimana lagi. Kami semua maunya pemerintah bantu pengusaha galian C agar dimudahkan mengurus izin. Kami pun yang bekerja membeli pasir bisa bekerja dengan lega,” katanya.

Pos terkait