SAMPIT, radarsampit.com – Andriansyah resmi melepas jabatan sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Kotawaringin Timur. Posisinya kini digantikan oleh Muhammad Saifudin Anshari sebagai Ketua DPD PPNI Kotim terpilih periode 2024-2029.
Pemilihan Ketua DPD PPNI Kotim 2024-2029 diselenggarakan di Palace Ballroom Aquarius Boutique Hotel Sampit dalam kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) VI PPNI Kotim yang dihadiri 111 perawat dari total 1.503 anggota PPNI Kotim yang terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Keperawatan (SIMK) serta sejumlah pejabat tamu undangan.
Terdapat 21 Dewan Pengurus Komisariat di PPNI Kotim. Dimana setiap DPK diwakili 3 utusan dan 2 peninjau yang turut hadir dalam kegiatan Musda VI PPNI Kotim.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Sanggul Lumban Gaol mengatakan musyawarah daerah tidak hanya menjadi forum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi selama periode sebelumnya, tetapi juga sebagai ruang untuk menyatukan visi dan misi dalam menghadapi tantangan-tantangan di masa depan.

“Saya percaya, melalui diskusi yang konstruktif dan semangat kebersamaan, musyawarah ini akan menghasilkan ide-ide segar yang dapat memperkuat posisi PPNI Kotim sebagai mitra strategis pemerintah,” kata Sanggul Lumban Gaol saat menghadiri sekaligus membuka Musda VI PPNI Kotim, Kamis (19/12).
Melalui kegiatan Musda ini, Sanggul yakin bahwa PPNI Kotim akan mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya memahami kompleksitas tantangan profesi, tetapi juga mampu menjadi inspirasi dan pelopor perubahan yang positif di sektor kesehatan.
“Pemerintah daerah siap mendukung setiap langkah PPNI Kotim dalam mengembangkan kapasitas anggotanya. Kami percaya bahwa melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah dan organisasi profesi,
kita dapat menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan lebih merata di seluruh wilayah Kotim,” katanya.
Ketua DPW PPNI Kalteng Ady Praditha yang dihadiri Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPW Kalteng Budi Pariyanto juga meyakini di tangan pemimpin yang tepat, PPNI Kotim akan terus tumbuh dan berkembang, menjadi organisasi yang tidak hanya membela kepentingan
profesi perawat, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Mari kita jadikan musda ini sebagai ajang untuk menyatukan gagasan, menguatkan persaudaraan, dan melahirkan pemimpin yang membawa kebaikan bagi kita semua,” kata Budi Pariyanto.
PPNI sebagai organisasi profesi memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan anggotanya. Kompetensi itu menjadi hal penting yang berkaitan dengan kualitas pelayanan kesehatan.
“Melalui musyawarah ini, saya berharap lahir program-program kerja yang inovatif dan solutif, yang mampu menjawab kebutuhan anggota serta memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Dan, saya mengajak kita semua untuk terus menjaga solidaritas dan kekompakan,” katanya.

Selama 10 tahun menjabat sebagai Ketua DPD PPNI Kotim Andriansyah mengaku menghadapi suka duka dalam mengembangkan PPNI Kotim yang hasilnya dapat membawa perubahan baik bagi organisasi profesi perawat.
“Sudah banyak program dan kegiatan dari berbagai bidang organisasi kaderisasi, bidang hukum pemberdayaan politik, bidang sistem informasi, pendidikan, pelatihan, pelayanan kesehatan, kesejahteraan, kesekretariatan dan kebendaharaan yang sudah kami lakukan selama 10 tahun terakhir,” ujar Andriansyah saat menyampaikan laporan pertanggungjawabannya secara rinci kepada anggota PPNI Kotim yang hadir.








