Harga Ayam Potong Naik Lagi

Harga Ayam Potong di sampit Naik Lagi
AYAM: Pedagang ayam potong di Pasar Subuh, Jalan Letnan Jenderal MT Haryono, Sampit Sabtu (12/3).

SAMPIT – Harga daging ayam potong kembali mengalami kenaikan. Pedagang di Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit menjualnya Rp 39 ribu per kilogram.

Lili pedagang ayam potong di PPM mengatakan, kenaikan harga ayam sudah terjadi sejak Kamis lalu. “Daging ayam naik sudah dua hari ini. Dengan kaki dan kepala Rp 37 ribu, kalau bersih tanpa kaki dan kepala Rp 39 ribu per kg,” kata Lili, Sabtu (12/3).

Sementara itu Dandi, pedagang ayam di Pasar Subuh Sampit, mengatakan bahwa ayam potong lokal yang masih berukuran kecil terpaksa dijual karena pasokan dari Banjarmasin kosong.

“Sudah empat hari ayam naik Rp 40 ribu per kg. Kalau kotor bisa dijualkan harga Rp 38 ribu per kg,” kata Dandi di Pasar Subuh, Jalan Letnan Jenderal MT Haryono, Sampit, Sabtu (12/3).

Dandi mengatakan, peternak ayam di Banjarmasin belum memasuki masa panen. “Biasanya jelang Ramadan, ayam selalu naik, permintaan meningkat, tetapi terkadang pasokan ayam terhambat karena sebagaian ayam peternak belum memasuki masa panen,” katanya.

Baca Juga :  Kisah Tanda Tangan Bupati Kotim

Dandi mengaku mendapatkan pasokan ayam dari Palangka Raya yang dikirim ke Sampit. “Mengambil dari Palangka, tapi ya mereka datangkan ayam dari peternak di Banjarmasin juga. Ayamnya memang ukurannya besar-besar, enggak seperti ayam lokal,” katanya.

Berbeda dengan halnya, Tohir pedagang ayam lainnya yang mengaku memilih menjual ayam lokal di Kabupaten Kotim. Harga jual sama, namun ukurannya lebih kecil dan ramping.

“Ini ayam lokal, karena sementara ini saya belum kebagian jatah ayam dari Banjarmasin. Harga sama saja Rp 40 ribu per kg, beli banyak bisa lebih murah lagi. Selisihnya seribu rupiah dibandingkan ayam Banjarmasin,” katanya.

Tohir mengatakan ayam potong dari peternak lokal memiliki bobot rata-rata berkisar 1 kg. Sedangkan, ayam potong dari peternak Banjarmasin memiliki bobot 1,5 kg-2 kg per ekor.

“Idealnya ukuran ayam itu kalau ditimbang 1,5 kg lebih sedikit atau ada yang sampai 2 kg per ekornya. Tetapi, ada juga pelanggan yang suka ayam yang kecil, karena dagingnya lebih empuk dan renyah kalau untuk dibuat ayam goreng lalapan,” tandasnya.

Pos terkait