Jalan Poros Tumbang Kalang Rusak Parah, Aktivitas Warga dan Distribusi Hasil Kebun Terhambat

jalan rusak
Jalan Poros Tumbang Kalang Rusak Parah, Mobilitas Warga dan Angkutan Hasil Kebun Terganggu Tangkapan layar video rekaman warga kerusakan jalan poros Tumbang Kalang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Warga/Radar Sampit)

SAMPIT – Kondisi Jalan Poros Tumbang Kalang Rusak Parah kembali menjadi keluhan masyarakat di Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Infrastruktur yang menjadi akses utama menuju Desa Tumbang Kalang tersebut hingga kini belum mendapatkan perbaikan menyeluruh, sehingga mengganggu mobilitas warga dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Ruas jalan sepanjang sekitar 5,5 kilometer yang belum tersentuh aspal itu masih berupa jalan tanah. Saat musim kemarau, pengguna jalan harus menghadapi debu tebal yang mengurangi kenyamanan perjalanan. Sebaliknya, ketika hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan menyulitkan kendaraan untuk melintas.

Bacaan Lainnya

Warga Desa Tumbang Kalang, Ahaw, mengungkapkan bahwa kondisi jalan tersebut telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, kerusakan jalan tidak sampai memutus akses desa, namun sangat menghambat berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Jalan ini merupakan jalur utama warga. Selain untuk aktivitas pendidikan dan kesehatan, jalan ini juga dipakai mengangkut hasil kebun masyarakat,” ujarnya, Kamis (11/6).

Ia menjelaskan, kendaraan roda dua maupun roda empat kerap mengalami kesulitan saat melintasi jalan tersebut, terutama ketika hujan mengguyur wilayah tersebut. Tidak jarang kendaraan terjebak dan ambles di tengah lumpur akibat kondisi jalan yang semakin rusak.

Menurut Ahaw, lapisan latrit yang sebelumnya menutupi badan jalan kini sudah lama habis. Akibatnya, permukaan jalan hanya menyisakan tanah yang mudah berubah menjadi lumpur ketika terkena air hujan.

“Kalau musim hujan, kendaraan sering terjebak. Banyak yang harus didorong karena tidak bisa melewati kubangan,” katanya.

Kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga pelayanan dasar masyarakat. Warga khawatir akses menuju fasilitas kesehatan menjadi terhambat ketika ada pasien yang membutuhkan penanganan darurat atau rujukan medis.

Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman dan sangat bergantung pada jalur tersebut untuk berbagai kebutuhan.

Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut. Perbaikan infrastruktur dinilai penting untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber pendapatan utama warga.

Selain itu, warga juga meminta kejelasan terkait instansi yang bertanggung jawab terhadap penanganan ruas jalan tersebut, baik pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, maupun pihak terkait lainnya.

Hingga kini, masyarakat Desa Tumbang Kalang masih menunggu realisasi perbaikan jalan yang menjadi urat nadi aktivitas dan perekonomian warga di kawasan pedalaman Kotim.

 

 

Pos terkait