PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyediakan akses terhadap ribuan peluang kerja bagi para pencari kerja setempat melalui gelaran Kalteng Job Fair 2023 di Kota Palangka Raya.
”Diselenggarakannya kegiatan ini merupakan salah satu solusi yang ingin dihadirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk menekan dan mengurangi angka pengangguran,” kata Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko, Rabu (17/5).
Dia menjelaskan, masalah pengangguran memerlukan perhatian serius, terlebih laju pertumbuhan angkatan kerja di Indonesia cukup tinggi, serta dampak besar akibat pandemi Covid-19 yang melanda selama beberapa tahun terakhir.
Selain karena kurang berimbangnya pertumbuhan angkatan kerja dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia, kurangnya media penyampaian informasi kepada masyarakat pencari kerja juga ikut andil terhadap meningkatnya angka pengangguran.
“Melalui kegiatan ini kami harap bisa membantu masyarakat Kalimantan Tengah memperoleh informasi lapangan pekerjaan yang tersedia, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah yang sesuai kualifikasi atau persyaratan dan kemampuan yang dimilikinya,” jelasnya.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah pemerintah kabupaten dan kota, yang menyediakan stan untuk bisa dikunjungi masyarakat atau pencari kerja, meliputi Kapuas, Barito Timur, Seruyan, Kotawaringin Timur, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Barito Utara, serta Palangka Raya.
Yuas menjelaskan, ada sekitar 34 perusahaan dari berbagai bidang yang terlibat dalam kegiatan ini, dengan peluang atau lowongan tersedia mencapai sekitar 3.000 pekerjaan. Perusahaan yang berpartisipasi, mulai dari sektor perkebunan, pertambangan, serta lainnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan Tengah Farid Wajdi menambahkan, pelaksanaan Kalteng Job Fair 2023 bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-66 provinsi setempat.
“Hal ini kami lakukan agar gelaran bursa kerja ini semakin efektif dan optimal, yakni masyarakat atau pencari kerja yang datang diharapkan akan semakin banyak,” tuturnya.
Farid memaparkan, berdasarkan data hingga Agustus 2022 angka pengangguran di provinsi setempat sekitar 4,26 persen atau sekitar 59 ribu orang.
Para pencari kerja diharapkan dapat memaksimalkan Kalteng Job Fair ini dengan memilih pekerjaan sesuai keinginan dan kriteria yang dimiliki. Tentunya dengan mempersiapkan diri secara baik dalam menghadapi panggilan tes, dan apabila diterima, hendaknya bekerja dengan penuh tanggung jawab.
Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kotim Johny Tangkere mengatakan, ada 44 perusahaan besar swasta (PBS) perkebunan kelapa sawit di Kotim yang membuka lowongan kerja pada kegiatan Kalteng Job Fair.
Selain itu, ada pula perbankan, PT Pertamina Patra Niaga, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, PT Rimba Makmur Utama, Bank Kalteng Cabang Sampiy, PT Pelindo, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero), dan Kamar Dagang Industri (Kadin) yang membuka stan.
”Ada kurang lebih 3.000 lowongan pekerjaan yang ditawarkan, baik secara on the spot maupun online. Linknya tersedia dalam Kalteng Job Fair. Untuk yang on the spot atau terlibat langsung melayani masyarakat pencari kerja selama kegiatan Kalteng Job Fair ada 10 grup dan 3 perusahaan diluar grup,” kata Johny Tangkere.
Johny mengatakan, Job Fair merupakan kegiatan Pemerintah Provinsi Kalteng untuk menyediakan wadah berkumpulnya perusahaan dari berbagai latar belakang industri dalam satu lokasi atau tempat pameran yang diatur sedemikian rupa agar pencari kerja mudah mengakses informasi setiap stan.








