SAMPIT, radarsampit.com – Desakan agar adanya kepastian pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng Juni mendatang kian kencang. Pasalnya, persiapan pesta olahraga itu sudah jauh-jauh hari dilaksanakan dengan anggaran besar yang digelontorkan. Selain itu, kepastian jadwal Porprov juga berkaitan dengan agenda olahraga lainnya yang tak kalah penting.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur berharap segera ada keputusan terkait waktu pelaksanaan Porprov) XII. Event tersebut diharapkan bisa sesuai rencana awal, yaitu dilaksanakan Juni 2023.
”Kami tunggu kabar dari Gubernur. Kalau dalam dua atau tiga hari ini sudah ada keputusan, Porprov masih bisa dilaksanakan di akhir Juni,” kata Ketua KONI Kotim Ahyar Umar, Rabu (19/5).
Rapat gabungan Pemkab Kotim dengan KONI Kalteng di aula rumah jabatan bupati pada Senin (11/4) lalu memutuskan Porprov XII Kalteng digelar di Sampit pada Juni 2023. Untuk penentuan tanggalnya diserahkan kepada gubernur untuk menyesuaikan agenda pemerintah provinsi.
Hasil rapat tersebut juga disampaikan kepada gubernur sebagai rekomendasi selanjutnya agar dibuat panitia. Namun, ternyata hingga kini pemerintah provinsi belum memutuskan.
Ahyar menjelaskan, posisi Kotim hanya sebagai tuan rumah, sedangkan kewenangan ada di tangan pemerintah provinsi. Perhelatan akbar olahraga di Bumi Tambun Bungai ini tidak bisa dilaksanakan tanpa keputusan pemerintah provinsi.
Meski belum ada kepastian waktu pelaksanaan, Pemkab Kotim terus melakukan persiapan. Semua venue atau tempat pertandingan dipastikan segera rampung.
Selaku tuan rumah yang juga menarget prestasi juara umum Porprov XII, pembinaan atlet Kotim juga terus dilakukan. Persiapan tetap dijalankan sehingga semua sudah siap ketika ada keputusan waktu pelaksanaan Porprov.
Guna menjemput kepastian itu, KONI bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kotim rencananya akan ke Palangka Raya menemui Pemprov Kalteng terkait waktu pelaksanaan Porprov.
Dia berharap segera ada keputusan agar tidak terlambat dan berbenturan dengan jadwal persiapan Pra PON. Saat ini KONI tetap menjalankan persiapan sesuai jadwal, seraya menunggu keputusan.
”Kalau bisa jangan akhir Juli, karena jadwal Pra PON pada Juli itu sudah padat. Kami sudah berkoordinasi dengan KONI pusat terkait jadwal Pra PON tersebut,” kata Ahyar.
Bupati Kotim Halikinnor sebelumnya juga mengharapkan Porprov tetap dilaksanakan, karena pihaknya telah menyiapkan berbagai hal untuk suksesi kegiatan tersebut. Dia enggan berspekulasi lebih jauh kemungkinan pesta olahraga tingkat provinsi itu bakal dibatalkan atau ditunda.
Pemkab Kotim sebelumnya telah menggelontorkan anggaran miliaran rupiah untuk persiapan Porprov. Untuk pembenahan Stadion 29 November Sampit saya, misalnya, menelan anggaran Rp2.781.545.000 dari APBD Kotim.
Selain Kotim, daerah lain juga total menyiapkan atletnya untuk mengikuti ajang Porprov Kalteng. KONI Kobar, misalnya, meminta tambahan anggaran sekitar Rp3,5 miliar guna mengikuti event tersebut. Anggaran yang dialokasikan sebelumnya sebesar Rp2 miliar dinilai masih kecil.
Wakil Ketua I DPRD Kobar Mulyadin menyampaikan bahwa, dalam keberangkatan kontingen Kobar ke Porprov di Sampit Kabupaten Kotim jangan hanya sebagai penggembira saja. Namun harus ada target raihan medali dan minimal berada di lima besar.
Terganggunya persiapan Porprov Kalteng disinyalir tak lepas dari konflik di tubuh KONI Kalteng sejak mundurnya Edy Raya Samsuri dari Ketua KONI. Pucuk kepemimpinan organisasi itu jadi kursi panas. Plt Ketua yang dijabat Sancho diprotes keras kubu Wakil Ketua Umum II Bidang Bina Prestasi KONI Kalteng Marcos Sebastian Tuwan.








