SAMPIT, RadarSampit.com – Kedatangan 91 jemaah haji asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bakal berbeda dari tahun sebelumnya. Pemkab Kotim memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah yang dijadwalkan tiba akhir pekan ini.
Sesuai janjinya saat melepas jemaah pada 14 Juni lalu , Bupati Kotim Halikinnor akan mencarter pesawat untuk kepulangan jemaah haji dari Bandara Syamsudinor Banjarmasin menuju Bandara Haji Asan Sampit. Jemaah dan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) akan bertolak pada Jumat 29 Juli pukul 20:35 waktu Arab Saudi. Mereka akan diberangkatkan dari Bandara Internasional Abdul Aziz Kota Jeddah, Arab Saudi, menaiki Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 8205. Rombongan dijadwalkan tiba di Bandara Syamsudinor Banjarmasin, Sabtu (30/7) pukul 15.20 WITA.
Dalam rapat pembahasan bersama jajaran SOPD terkait pada Rabu (27/7) pagi, Asisten 1 Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kotim Diana Setiawan selaku pimpinan rapat menyampaikan kesimpulan rapat. Rencananya pejabat dari berbagai SOPD terkait yang tergabung sebagai panitia dalam proses penjemputan dan kedatangan jemaah haji akan siaga lebih dulu sehari sebelum jemaah tiba di Bandara Syamsudinnor Banjarmasin, Kamis (29/7).
Sesuai pembagian tugas, sejumlah pejabat akan menjemput dan mendampingi jemaah melalui jalur transportasi udara (pesawat) sebanyak delapan orang yang meliputi perwakilan dari Kemenag 3 orang, Dishub Kotim 2 orang dan perwakilan dari Setda Kotim 3 orang. Sedangkan melalui jalur transportasi darat ada tiga orang perwakilan dari Dinkes Kotim, 3 orang dari Dishub Kotim, 3 orang dari Kemenag Kotim dan 5 orang dari Setda Kotim.
“Panitia akan berangkat lebih dulu tanggal 29 Juli untuk mempersiapkan akomodasi, konsumsi hingga proses pengangkutan bagasi milik para jemaah Kotim,” kata Diana Setiawan saat ditemui Radar Sampit usai rapat berakhir di Ruang Jelawat Lantai II Setda Kotim, Rabu (27/7).
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Kotim melalui Kepala Dinas Perhubungan Kotim Johny Tangkere bersama Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Deddy Jauhari dan Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kotim Diana Setiawan telah melakukan pertemuan membahas pemesanan carter pesawat dengan Direktur Niaga Holding NAM Air di Jakarta pada Senin (4/7) lalu. Dari hasil pertemuan tersebut pihak NAM Air menyetujui dan menyepakati biaya tarif carter yang ditetapkan.
“Ada negoisasi karena Pemkab Kotim tidak carter full, dari pihak NAM Air tetap melayani atau mengangkut penumpang reguler jadi tarifnya dapat diturunkan dan disepakati sebesar Rp 220 juta untuk mengangkut 91 jemaah dari Bandara Syamsudinor Banjarmasin menuju Bandara Haji Asan Sampit,” kata Diana.
Setiba di embarkasi Banjarmasin, jemaah haji Kotim akan menginap selama satu malam di Asrama Haji Banjarbaru dan akan dijadwalkan berangkat menggunakan NAM Air keesokan harinya pada Minggu (31/7) sekitar pukul 10.00 WITA. Seluruh jemaah haji juga diwajibkan mengikuti pemeriksaan tes antigen. Apabila ditemukan jemaah haji Kotim yang reaktif atau positif Covid-19 maka panitia akan memisahkan jemaah yang terpapar Covid-19 menggunakan transportasi jalur darat.
“Kami sudah siaga apabila hal yang tidak terduga terjadi, ada jemaah asal Kotim yang positif Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan maka akan kami pisahkan dengan jemaah yang lain menggunakan jalur darat untuk mencegah penyebaran Covid-19 tak meluas ke jemaah lain. Tetapi, yang kami harapkan semoga itu tidak terjadi. Kita hanya siaga saja apabila ada kemungkinan terburuk,” katanya.








