Kawasan di Pangkalan Bun Ini Jadi Langganan Banjir Tiap Kali Hujan Turun

langganan banjir
MOMOK WARGA: Genangan air yang merendam RT 27 Kelurahan Madurejo, Pangkalan Bun, Minggu (2/11), jadi keluhan berulang warga setempat.

Radarsampit.com – Hujan deras menjadi bencana musiman bagi warga RT 27 Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan. Setiap kali hujan turun, kawasan yang berjarak sekitar 100 meter dari Islamic Center itu nyaris tak pernah luput dari banjir.

Genangan air bahkan sering masuk ke halaman hingga rumah warga, membuat keluh kesah terus berulang.

Bacaan Lainnya

Aziz, warga setempat, mengatakan, banjir sudah menjadi pemandangan rutin setiap hujan deras mengguyur. Kondisi ini, kata dia, sangat merugikan warga, terutama pelaku usaha di sekitar lokasi.

”Luapan air kiriman ini berlimpah di area Tani Makmur. Seperti tanggal 2 November 2025 kemarin, juga banjir,” ujarnya, Senin (3/11/2025).

Dia menduga persoalan utama terletak pada desain jalur parit yang tidak mampu menampung dan membagi aliran air dari arah Bundaran Pancasila, Pangkalan Bun Park, hingga Sampuraga Baru.

Akibatnya, air mengendap di satu titik dan meluap ke permukiman. Sejumlah pintu air dan jembatan kecil di kawasan itu pun disebut tidak berfungsi dengan baik.

Selain itu, tumpukan sedimentasi dan buruknya sistem drainase memperparah kondisi. Air yang datang dari arah pusat kota tidak bisa cepat mengalir ke Sungai Bamban, membuat kawasan RT 27 tergenang lebih lama sebelum surut.

Warga berharap Pemkab Kobar segera turun tangan memperbaiki sistem aliran air di kawasan tersebut. Mereka menilai, penataan pintu air dan perbaikan drainase harus menjadi prioritas agar banjir tahunan ini tak lagi menghantui.

”Kami berharap pemerintah turun tangan, supaya warga RT 27 tidak lagi terdampak banjir setiap musim hujan,” harap salah satu warga.

Masalah banjir di Madurejo RT 27 kini menjadi simbol lemahnya penanganan drainase kota. Tanpa langkah cepat, warga akan terus menjadi korban genangan setiap kali langit mengguyur hujan. (sam/ign)

Pos terkait