Radarsampit.com – Arah investasi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami pergeseran besar. Jika sebelumnya didominasi sektor perkebunan, kini para investor lebih melirik industri pengolahan hasil sawit dan kelapa yang dinilai menjanjikan nilai tambah lebih tinggi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kotim Diana Setiawan mengatakan, minat investor di sektor perkebunan menurun sejak terbentuknya Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
Namun, arus investasi justru tumbuh pesat di sektor hilirisasi. ”Saat ini investasi di bidang perkebunan menurun dibandingkan sebelum Satgas PKH terbentuk. Investor baru masih enggan mengurus izin, namun justru banyak yang masuk di sektor hilirisasi seperti pengolahan cangkang, CPO, dan kernel,” katanya, Senin (3/11).
Menurut Diana, tiga perusahaan besar kini tengah memproses izin pembangunan pabrik pengolahan CPO. Salah satunya Sinarmas Group yang sudah mengantongi izin resmi dan mulai tahap konstruksi.
”Sinarmas Group paling siap. Mereka akan memproduksi tidak hanya CPO mentah, tetapi juga produk turunan seperti cokelat dan es krim. Ini bentuk hilirisasi penuh dari hasil sawit,” ujarnya.
Dua perusahaan besar lainnya juga mengajukan izin serupa dan menargetkan pembangunan pabrik di Kawasan Industri Bagendang. Proses perizinan dilakukan ketat agar sesuai dengan tata ruang dan regulasi daerah.
”Tren ini positif karena sejalan dengan program pemerintah pusat untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal,” katanya.
Selain sawit, investasi juga merangkak naik di sektor kelapa dalam. Dua pabrik tengah dibangun dan satu perusahaan lain dalam tahap penjajakan.
Bila semua terealisasi, Kotim akan memiliki tiga pabrik pengolahan kelapa dalam di kawasan Bagendang.
Diana menilai, pergeseran investasi menuju industri hilir menjadi momentum penting bagi Kotim untuk memperkuat struktur ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, dan memperluas kontribusi program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
”Bagendang sangat potensial. Dengan masuknya investor besar di sektor hilirisasi. Kami berharap kawasan ini menjadi pusat industri unggulan di Kalimantan Tengah,” katanya. (ang/ign)







