Kejati Siap Terlibat Sengketa Bandara Tjilik Riwut

Kejaksaan Tinggi Kalteng berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura dan BPN Palangka Raya
BAHAS SENGKETA: Tim Datun Kejati Kalteng berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura dan BPN Palangka Raya. (IST/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA –  Kejaksaan Tinggi Kalteng berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura dan BPN Palangka Raya  untuk menghadapi sengketa lahan di kawasan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Kejaksaan tercengang dengan gugatan senilai Rp 264 miliar yang layangkan Umin Duar Nyarang.

Kasi Penkum Kejati kalteng Dodik Mahendra mengatakan, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah Iman Wijaya didampingi Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Edi Irsan Kurniawan dan Koordinator Bidang Datun Erianto N sudah berkoordinasi dengan  Executive General Manager PT. Angkasa Pura II Cabang Bandara Tjilik Riwut Eries Hermawandi  di kantor Kejati Kalteng, Senin (14/3).

Bacaan Lainnya

Dalam momen itu, Kajati Kalteng berharap Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara yang memiliki Jaksa Pengacara Negara dapat  ikut aktif berperan memberikan pendampingan kepada PT. Angkasa Pura II demi  menyelamatkan aset negara. Bandara adalah objek vital sehingga jangan sampai mengganggu roda pemerintahan dan perekonomian di Kalteng.

Baca Juga :  Gandeng Kejaksaan Kalteng Lawan Gugatan Bandara Senilai Rp 264 Miliar

”Mereka menyambut baik hal ini, karena sebelumnya sudah dilakukan kerja sama bidang Datun antara Kejati Kalteng dengan  PT. Angkasa Pura Cabang Bandara Tjilik Riwut,” tulisnya.

Dodik menyatakan, pihaknya juga koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional Palangka Raya, yang dilakukan Koordinator Bidang Datun Erianto N. bersama Kasi Tata Usaha Negara Amardi Barus, Selasa (15/3).  BPN menyambut baik langkah Datun Kejati Kalteng mengingat sudah ada MoU antara BPN dan Kejati Kalteng.

Dodik mengatakan, Datun Kejati Kalteng sudah pernah terlibat dalam mendampingi BPN dan PT Pertamina hingga tahap kasasi. Tim yang melibatkan Kejati Kalteng berhasil  menyelamatkan aset PT. Pertamina (Persero) senilai Rp. 195 miliar di Barito Timur.

Pos terkait