SAMPIT, radarsampit.com – Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), memaparkan seluruh inovasinya saat penilaian lomba desa dan kelurahan tingkat nasional.
Di hadapan tim penilai, tim dari Kelurahan Ketapang menyampaikan inovasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pihak kelurahan membentuk relawan siaga bencana dan pembentukan tim Pedrosa.
Ada pula inovasi pengelolaan sampah dengan menerapkan sanksi adat bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan. “Untuk penerapan sanksi adat juga telah dilakukan proses sidang sanksi adat terhadap pelaku pembuang sampah sembarangan dengan melibatkan sejumlah pihak terkait,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim Raihansyah yang turut mendampingi Kelurahan Ketapang.
Dari sekian keunggulan yang disampaikan, penerapan sanksi adat bagi pelaku pembuang sampah menjadi sorotan tim penilai, sehingga diharapkan dapat menambah poin untuk Kelurahan Ketapang. “Mudah-mudahan kita bisa menjadi yang terbaik dalam rangka perbaikan pelayanan di kelurahan se-Kotim,” ucapnya.
Sebelumnya, Kelurahan Ketapang menjuarai lomba desa dan kelurahan tingkat Provinsi Kalteng. Berdasarkan pengumuman dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Dirjen Pemdes), Kelurahan Ketapang menjadi calon juara lomba desa dan kelurahan atau masuk dalam tiga besar lomba desa dan kelurahan tingkat nasional kategori regional III tahun 2023.
Berkaitan hal tersebut, tim dari Kelurahan Ketapang yang terdiri dari Lurah Ketapang Supriyadi didampingi Camat Mentawa Baru Ketapang Eddy Hidayat Setiadi, DPMD Kalteng, Kepala DPMD Kotim Raihansyah, Asisten II Setda Kotim Alang Arianto, Bupati Kotim Halikinnor dan Sekda Kotim Fajrurrahman melakukan paparan di Dirjen Pemdes Jakarta, Jumat (11/8) lalu.
Dalam penilaian tersebut, tim Kelurahan Ketapang menyampaikan paparan terkait inovasi dan keunggulan Kelurahan Ketapang selama 20 menit. Paparan tersebut disampaikan di depan tim penilai independent yang merupakan professor dari berbagai universitas di Jakarta.
Usai pemaparan, dilanjutkan sesi tanya jawab selama 50 menit. Penilaian dilakukan bergiliran dengan kelurahan lain yang mewakili daerah masing-masing.
” Kelurahan Ketapang melangkah ke tahap selanjutnya dalam penilaian lomba desa dan kelurahan tahun 2023. Kali ini Kelurahan Ketapang bukan lagi mewakili Kotim, tapi Provinsi Kalteng, bahkan Pulau Kalimantan. Karena bersaing dengan kelurahan dari Pulau Sulawesi,” kata Camat Mentawa Baru Ketapang Eddy Hidayat.
Eddy meminta dukungan dan doa dari masyarakat Kalteng dan Kotim agar Kelurahan Ketapang bisa menjadi juara dalam penilaian lomba desa dan kelurahan tingkat nasional kategori regional III tahun 2023 ini. Untuk hasil penilaian rencananya akan diumumkan 14 Agustus 2023.
Sementara itu Bupati Kotim Halikinnor mengapresiasi tim dari Kelurahan Ketapang, Pemerintah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, serta DPMD Kotim yang telah berjuang agar Kelurahan Ketapang masuk dalam tiga besar lomba desa dan kelurahan tingkat nasional kategori regional III tahun 2023.
“Saya berharap Kelurahan Ketapang dapat menjadi juara pertama untuk lomba kelurahan tingkat nasional tahun 2023. Kalau Kotim berhasil menang, maka mengalahkan Kelurahan di Provinsi Kalimantan Timur dan juga Provinsi Sulawesi Selatan,” ujarnya. (yn/yit)








